Kamis, 08 September 2016

Sicario

"You will not survive here. You are not a wolf, and this is a land of wolves now."

Begitu banyak kata yang dapat digunakan untuk secara singkat menggambarkan Sicario, yang memiliki arti Hitman, namun ada satu kata yang sangat tepat untuk memulai semuanya: sick! Ya, sakit, Sicario merupakan sebuah sajian thriller yang sakit, ibarat sebuah taman bermain ia seperti sebuah rumah hantu dengan kualitas yang sangat baik, akan membuat pengunjungnya merasa waspada ketika masuk, mulai merasakan kecemasan yang terus meningkat, semakin terjebak dalam ketegangan hingga akhirnya merasa di hantui ketika telah sampai di garis finish. Sicario: a sick thriller.

Kate Macer (Emily Blunt) mungkin tidak pernah menyangka peristiwa di Arizona itu pada akhirnya membawa ia menembus perbatasan Meksiko untuk terjebak di dalam sebuah misi yang tidak hanya menguras energi namun juga emosi. Berawal dari kesuksesan di Arizona ketika Kate bersama rekannya Reggie Wayne (Daniel Kaluuya) serta tim berhasil menemukan “sesuatu” yang sangat mengejutkan, Kate yang berprofesi sebagai agent FBI Special Weapons and Tactics Teams dipanggil oleh sang boss Dave Jennings (Victor Garber) untuk kemudian bertemu dengan beberapa pria, salah satunya Matt Graver (Josh Brolin), penasihat Departemen Keamanan.

Matt sedang memimpin sebuah misi untuk menemukan seorang pria bernama Manuel Díaz yang ia yakini dapat membawa mereka menuju drug lord bernama Fausto Alarcón (Julio Cedillo), pria yang ia sebut sebagai “a ghost”. Kate dan Matt tidak sendirian di baris depan misi tersebut karena dalam perjalanan menuju El Paso hadir Alejandro Gillick (Benicio del Toro), pria misterius yang sekilas sedang berada dalam masalah. Ternyata Alejandro merupakan clue awal bagi Kate, karena saat dalam perjalanan pulang dari Juárez, Meksiko, Kate sadar bahwa ia telah menjadi seekor bulldog yang terjebak di dalam pertarungan para serigala.


Dia memang berhasil menjadikan Enemy penuh trik dan tanda tanya sehingga ketika selesai misteri yang ia miliki masih terus mengganggu penonton, dia juga berhasil menjadikan Prisoners sebagai drama misteri yang manis hanya dengan menggunakan sebuah problema sederhana, namun for me Sicario merupakan karya terbaik dari Denis Villeneuve setelah Incendies. Sicario seperti menggabungkan Enemy dan Prisoners, misteri berada di level yang sedikit rendah dari Enemy namun tetap hadir dengan taji yang mematikan, dan gabungkan itu bersama thrill serta intensitas cerita sedikit lebih tinggi dari Prisoners. Hasilnya, sebuah crime thriller yang membuat penonton terus waspada hingga akhir dan kemudian meninggalkan mereka dengan rasa horror. 

Pada dasarnya Sicario mengemban misi sederhana, seperti pengandaian yang digunakan tadi script yang di tulis oleh Taylor Sheridan berisikan isu dimana dunia tidak selamanya hitam dan putih, namun cara isu terkait ambiguitas mematikan tersebut di olah menghasilkan “petualangan” yang tidak sederhana. Di awal semuanya tampak normal, sesuatu yang mungkin akan terasa mencurigakan jika anda telah akrab dengan bagaimana cara Villeneuve “bermain” dengan penontonnya, namun setelah itu kita dibawa secara perlahan namun ketat untuk naik menuju level berikutnya secara bertahap, hingga bertemu dengan garis finish yang seperti disebutkan sebelumnya walaupun tampak simple namun sukses meninggalkan kesan horror yang mendalam.


Kesuksesan terbesar Sicario terletak pada prestasi klasik dari seorang Villeneuve, sukses menjebak penonton lalu kemudian memaku atensi mereka dengan menggunakan misteri yang terasa padat dan asyik untuk di nanti. Hadir kesan ambigu yang oke didalam Sicario, kegelapan yang mengganggu serta menghipnotis anda dengan rasa waspada hadir dari banyak arah, dari cerita, dari karakter, dari visual, hingga berasal dari musik. Semua elemen tadi seolah sudah diberikan sebuah stuktur dimana mereka akan tampil menusuk penontonnya sehingga sejak awal hingga akhir momen dimana penonton merasa tenang cukup minim. Sebut saja score Jóhann Jóhannsson yang sangat haunting itu, tampil konstan dengan suara drum yang mengancam dan terus berputar-putar di kepala penontonnya.

Sama seperti score, sajian visual juga tidak kalah indahnya, dan for me elemen ini merupakan bagian terindah dari Sicario. Dikendalikan oleh Master bernama Roger Deakins (urgh, Academy!) Sicario adalah bukti bagaimana gambar yang di produksi suatu film punya peran yang begitu penting dalam mencapai misi yang mereka emban. Dari gerak sederhana prajurit menuju kegelapan, hingga landscape shoot dari pesawat take-off dengan pergeseran fokus pada bayangannya yang terasa indah, visual begitu banyak membantu Sicario dalam mengikat atensi penonton tanpa meninggalkan kesan menipu, mempermainkan penonton ketika mereka terjebak ambigu dan kebingungan, hingga membawa mereka dekat dengan terror untuk merasakan ketegangan cerita yang menyenangkan.


Hal yang sama juga terjadi di sektor karakter yang di rawat dengan baik oleh Villeneuve. Bagaimana Sicario membawa Kate Macer untuk terbakar secara perlahan dari segi emosi terasa manis dan halus sehingga hal tersebut begitu mudah untuk di rasakan pula oleh penonton. Begitupula dengan cara Villeneuve menjaga ketidaktahuan untuk duduk manis di pusat cerita tapi secara bertahap mencampurnya dengan rasa takut dan rasa jijik pada segala hal yang berputar didalam cerita untuk kemudian mendorong isu moral yang juga tampil ambigu. Ini yang menarik, tiga karakter utama memang tampak misterius namun ketika telah berakhir pada dasarnya mereka di hadirkan tanpa filter, seekor bulldog dan dua ekor serigala, tanpa ada pahlawan.

Mengapa pada akhirnya semua terasa ambigu? Karena logika penonton di permainkan oleh Villeneuve disini dengan berlandaskan berbagai isu sederhana, seperti too greedy misalnya, obsessive, terlalu innocent, semuanya berbahaya jika berlebihan. Sicario memang tidak sempurna, gerak mondar-mandir mungkin dapat menjadi masalah bagi beberapa penonton, namun hal tersebut tidak mengganggu terlebih dengan dengan kinerja cast yang menjalankan tugas mereka dengan baik. Fokus utama adalah Emily Blunt dan ia berhasil menenggelamkan penonton untuk ikut terjebak bersama “penderitaan” Kate Macer. Di sampingnya ada Josh Brolin yang bertugas menjadi sosok penebar ambiguitas, dan melengkapi mereka Benecio Del Toro, sekilas tampak pendamping namun merupakan kejutan manis dari Sicario, membuat darkside dari cerita berputar-putar dengan lembut, dan ketika "boom" ia terasa pas.


Overall, Sicario adalah film yang memuaskan. Denis Villeneuve bukan sutradara yang senang memberikan penontonnya rasa “nyaman” ketika berjalan bersama cerita, ia tidak membuat cerita bergandengan tangan dengan anda, yang ia lakukan adalah melepas anda bersama misteri untuk kemudian tenggelam bersamanya. Itu yang dilakukan oleh Sicario, sebuah crime thriller yang akan menyerang penontonnya dari banyak arah, dari cerita, karakter, visual, hingga music, memutar isu sederhana untuk memberikan petualangan penuh ketegangan yang manis. 
Despicable Me 2
Hasil gambar untuk review despicable me 2 indo
Siapa yang merindukan minions, makhluk kuning menggemaskan yang sering melakukan aksi konyol itu? Yes, Gru dan tiga anak angkatnya kembali membawa serombonganminions, anak buahnya, dalam sekuel film Despicable Me 2!
Kali ini, sang mantan penjahat direkrut Liga Antipenjahat untuk membantu menangkap penjahat lainnya. Bersama dengan partnernya yang cantik dan pintar bela diri, Lucy Wilde, Gru harus menyelidiki sebuah mal demi mengungkapkan rahasia penjahat legendaris, El Macho. Tentunya seluruh aksi heroik Gru diwarnai dengan berbagai tragedi lucu akibat dari gangguan anak-anaknya, kekonyolan anak buahnya, maupun sikap ceroboh Gru sendiri.
Yang menjadi pusat perhatian dari film ini adalah banyaknya screen time bagi minionsdibanding dengan film pertamanya dulu. Sang penulis, Ken Daurio dan Cico Paul memang sengaja menaruh peran lebih banyak untuk para minions karena besarnya minat pasar terhadap mereka. Jadi, dari satu setengah jam durasi keseluruhan film, hampir setengahnya akan menampilkan aksi minions yang mengocok perut. Para minionsakan lebih aktif dan cerewet di film ini dengan bahasa mereka yang disebut Minionese.Dengan suara cempreng mereka, cukup mendengarnya saja—tanpa harus mengerti—pasti bikin Anda tertawa!
Norm of The North
Hingga saat ini, saya masih bisa menikmati tontonan berpangsa pasar anak-anak. Sebagai contoh saya terhibur menonton "Curious George" berbekal segala kesederhanaan berbalut selipan pembelajarannya. Bahkan jika benar-benar senggang, saya beberapa kali menyaksikan "Teletubbies" di YouTube. Dua acara tersebut adalah contoh tontonan anak yang bagus, mampu menyeimbangkan hiburan dan pendidikan, tapi paling penting tidak membuat orang dewasa "tersiksa". Disaat acara televisi masih bisa disaksikan sendiri oleh anak di rumah, lain cerita dengan film bioskop. Mustahil mereka datang sendirian. Pasti orang tua, kakak atau kerabat lain berusia dewasa ikut menemani. Karena itu hanya ada rating "semua umur", bukan "anak kecil".

"Norm of the North" jelas dibuat dengan harapan mampu memberikan hiburan bagi penonton muda. Ceritanya sederhana, berisikan petualangan dan tarian dari para hewan yang bisa bicara. Norm adalah beruang kutub sekaligus calon raja di Antartika. Masalahnya, sebagai hewan buas, Norm justru tidak memiliki kemampuan berburu. Hatinya terlalu lembut untuk tega menerkam singa laut sebagai bahan makanan. Tapi dia punya dua kelebihan yang tidak dimiliki hewan lain: bisa bicara bahasa manusia dantwerking. Dua hal itu menjadi senjata Norm tatkala seorang manusia bernama Mr. Greene berniat membangun perumahan mewah di Antartika. Demi menyelamatkan rumahnya, Norm berangkat ke New York guna menggagalkan rencana tersebut.
Bahkan dari tampak luarnya saja film ini sudah buruk. Pada era dimana Pixar mengembangkan photo realistic imagery lewat "The Good Dinosaur", kualitas visual "Norm of the North" memang terasa murahan. Tentu membandingkan dua film dengan perbandingan bujet hampir 1:10 tidaklah bijak, tapi bahkan bila dirilis satu dekade lalu pun visualnya masih buruk. Gambar kaku berisikan objek "kotak-kotak" turut diperparah oleh kemalasan animatornya mendesain karakter. Pada sebuah adegan kala sekumpulan lemming menari, terlihat gambarnya merupakan hasil multiplying satu desain. Sewaktu setting berpindah ke New York, jika jeli anda akan mendapati beberapa figuran manusia muncul berulang-ulang. Walau sekedar background character, itu cukup membuktikan kemalasan pembuatnya.

Ceritanya pun bernasib serupa. Saya tidak menuntut naskah cerdas dari film seperti ini, tapi setidaknya janganlah terlampau bodoh. Kekurangan bukan dikarenakan kisahnya terlalu sederhana, sebaliknya, bumbu intrik politis dan korupsi dunia real estate memperlihatkan ambisi berlebihan dari naskah supaya nampak pintar. Ambisi itu tak sejalan dengan kemampuan, sehingga banyak menimbulkan pertanyaan akibat kebodohan naskahnya. Bayangkan anda menemani anak/adik, lalu mereka bertanya "maksudnya korupsi gimana?" atau korelasi alat cara kerja alat pengukur dukungan masyarakat. Penulisnya tidak malas, hanya mengalokasikan energi mereka pada aspek yang salah.
Semestinya petualangan sederhana saja sudah cukup, dimana fokus terbesar terletak pada usaha menjadikan Norm karakter likable. Modal dasar sesungguhnya telah dimiliki melihat seperti apa sosok Norm: hewan bertubuh besar, berbulu lebat, bertingkah lakuclumsy. Karakteristik serupa pernah berhasil diterapkan dalam "Kung Fu Panda". Bahkan tiga lemming berbekal keanehan mereka jelas diharapkan memberi dampak sama sebagaimana penonton jatuh cinta akan Minions. Sayang, baik karakter utama maupun sidekick tidak diberi momen cukup guna menggaet ketertarikan penonton. Mereka lebih banyak digunakan sebagai penghantar komedi slapstick monoton tak lucu. Kegagalan membuat penonton terikat pada karakter juga berarti kegagalan menyuntikkan "hati". Jangankan gejolak rasa, sepercik kehangatan pun tak ada. Film ini sedingin setting-nya.

Sekalinya menghibur adalah saat nomor musikal mulai mengisi, tapi itupun disebabkan deretan lagu catchy. Sutradara Trevor Wall tampak miskin kreativitas dalam pengemasan nomor musikal. Apa dilakukan oleh Trevor Wall selalu sama, entah melemparkan karakternya terbang ke atas, bergabung dalam tarian massal, atautwerking dari Norm. Maaf saja, tapi goyangan pantat beruang berlapis animasi buruk sama sekali tidak menghibur. But maybe it's just me. Maybe I'm too old for this shit. Maybe I'm too serious. Masih terdapat kemungkinan anak atau adik anda yang masih kecil merasa terhibur karena film ini.
Inside Man
Review Film - The Inside Man
Nama Spike Lee sebagai sutradara sebuah film akan mulai kuperhatikan semenjak sekarang. Maklum saja, The Inside Man adalah film yang paling memuaskan yang saya tonton hingga tengah tahun ini. Jalan ceritanya begitu solid dengan mengandalkan adu akting antara para pemainnya tanpa perlu dijejali adegan aksi beragam rupa. Maklum, karena ada tiga bintang besar beradu di sini (dan ada banyak juga yang tampil sebagai karakter pendukung).

Segalanya diawali dengan hari sibuk biasa di sebuah bank. Ketika semua orang tengah sibuk dengan transaksi mereka, mendadak saja ada empat orang yang datang dengan membawa senjata dan merampok bank tersebut. Alih-alih mengambil uang dan langsung meninggalkan tempat itu, mereka justru menjadikan 50 orang lebih dalam bank tersebut sebagai sandera. Jelas kepolisian menjadi panik dan langsung menerjunkan sebuah tim untuk menangani situasi tersebut.

Selagi berunding dengan para teroris yang menguasai tempat itu, perlahan demi perlahan makin banyak kejanggalan. Para teroris tersebut menuntut permintaan yang berlebihan dan absurd seperti penyediaan pesawat jet dan bus sebagai angkutan para sandera. Penyelidikan para polisi makin diperkeruh dengan turut campurnya Arthur Chase (sang pemilik bank yang disandera) karena kepentingannya sendiri. Apa yang sebenarnya adalah perampokan bank berkembang menjadi peristiwa penyanderaan - dan mungkin lebih dari sekedar itu.

Film ini adalah salah satu film heist terbaik yang pernah saya nikmati selama bertahun-tahun. Digarap dengan serius ditambah berbagai intrik di sana-sini dalam jalan ceritanya membuat saya berusaha menebak-nebak sepanjang film mengenai arah ceritanya (dan ini adalah satu dari sedikit film yang plintiran filmnya membuat saya tertipu). Plot yang menarik ini diperkuat juga dengan permainan ketiga aktornya yang padu. Beberapa kali ketiga aktor utama film ini saling beradu akting dan menampilkan performa yang kuat. Washington dan Foster, Foster dan Owen, Owen dan Washington diberi kesempatan yang sama untuk saling menunjukkan kualitas aktingnya (Foster sedikit kecil tetapi tetap mampu mencuri perhatian tiap diberi kesempatan). Satu-satunya yang saya sayangkan hanya Dafoe yang perannya terbilang minim bahkan untuk disebut sekedar sebagai peran pembantu.

Kendati demikian, The Inside Man bukannya tidak memiliki kelemahan, beberapa teman saya mengeluhkan pace cerita yang bergerak terlalu lambat dan sedikitnya adegan action yang ada. Mereka yang terbiasa dengan adegan laga atau rencana heist sinting-sintingan ala Ocean Eleven misalnya, mungkin akan kecewa melihat heist dalam film ini yang berkesan sangat sederhana (namun di mata saya sekaligus membuatnya terlihat real). Akhir kata, film ini bukan untuk dinikmati oleh semua orang. Bagi kalian yang menggemari film yang memerlukan otak anda untuk berpikir niscaya akan menggemari film ini. Sebaliknya, mereka yang lebih menggemari film bertema action sebaiknya menghindari film ini ketimbang ketiduran saat menontonnya.

Rabu, 07 September 2016

The Message
It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under

Broken glass everywhere
People pissin' on the stairs, you know they just don't care
I can't take the smell, can't take the noise
Got no money to move out, I guess I got no choice
Rats in the front room, roaches in the back
Junkies in the alley with the baseball bat
I tried to get away but I couldn't get far
Cause a man with a tow truck repossessed my car

[Chorus]
Don't push me cause I'm close to the edge
I'm trying not to lose my head
It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under

Standin' on the front stoop hangin' out the window
Watchin' all the cars go by, roarin' as the breezes blow
Crazy lady, livin' in a bag
Eatin' outta garbage pails, used to be a fag hag
Said she'll dance the tango, skip the light fandango
A Zircon princess seemed to lost her senses
Down at the peep show watchin' all the creeps
So she can tell her stories to the girls back home
She went to the city and got social security
She had to get a pimp, she couldn't make it on her own

[Chorus]

It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under

My brother's doin' bad, stole my mother's TV
Says she watches too much, it's just not healthy
All My Children in the daytime, Dallas at night
Can't even see the game or the Sugar Ray fight
The bill collectors, they ring my phone
And scare my wife when I'm not home
Got a bum education, double-digit inflation
Can't take the train to the job, there's a strike at the station
Neon King Kong standin' on my back
Can't stop to turn around, broke my sacroiliac
A mid-range migraine, cancered membrane
Sometimes I think I'm goin' insane
I swear I might hijack a plane!

[Chorus]

It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under

My son said, Daddy, I don't wanna go to school
Cause the teacher's a jerk, he must think I'm a fool
And all the kids smoke reefer, I think it'd be cheaper
If I just got a job, learned to be a street sweeper
Or dance to the beat, shuffle my feet
Wear a shirt and tie and run with the creeps
Cause it's all about money, ain't a damn thing funny
You got to have a con in this land of milk and honey
They pushed that girl in front of the train
Took her to the doctor, sewed her arm on again
Stabbed that man right in his heart
Gave him a transplant for a brand new start
I can't walk through the park cause it's crazy after dark
Keep my hand on my gun cause they got me on the run
I feel like a outlaw, broke my last glass jaw
Hear them say "You want some more?"
Livin' on a see-saw

[Chorus]

It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under

A child is born with no state of mind
Blind to the ways of mankind
God is smilin' on you but he's frownin' too
Because only God knows what you'll go through
You'll grow in the ghetto livin' second-rate
And your eyes will sing a song called deep hate
The places you play and where you stay
Looks like one great big alleyway
You'll admire all the number-book takers
Thugs, pimps and pushers and the big money-makers
Drivin' big cars, spendin' twenties and tens
And you'll wanna grow up to be just like them, huh
Smugglers, scramblers, burglars, gamblers
Pickpocket peddlers, even panhandlers
You say I'm cool, huh, I'm no fool
But then you wind up droppin' outta high school
Now you're unemployed, all non-void
Walkin' round like you're Pretty Boy Floyd
Turned stick-up kid, but look what you done did
Got sent up for a eight-year bid
Now your manhood is took and you're a Maytag
Spend the next two years as a undercover fag
Bein' used and abused to serve like hell
Til one day, you was found hung dead in the cell
It was plain to see that your life was lost
You was cold and your body swung back and forth
But now your eyes sing the sad, sad song
Of how you lived so fast and died so young so

[Chorus]

It's like a jungle sometimes
It makes me wonder how I keep from goin' under
Adventure of Lifetime
Turn your magic on
Umi she'd say
Everything you want's a dream away
And we are legends every day
That's what she told me

Turn your magic on,
To me she'd say
Everything you want's a dream away
Under this pressure, under this weight
We are diamonds

Now I feel my heart beating
I feel my heart underneath my skin
And I feel my heart beating
Oh, you make me feel
Like I'm alive again
Alive again
Oh, you make me feel
Like I'm alive again

Said I can't go on,
Not in this way
I'm a dream that died by light of day
Gonna hold up half the sky and say
Only I own me

And I feel my heart beating
I feel my heart underneath my skin
Oh, I can feel my heart beating
'Cause you make me feel
Like I'm alive again
Alive again
Oh, you make me feel
Like I'm alive again

Turn your magic on,
Umi she'd say
Everything you want's a dream away
Under this pressure under this weight
We are diamonds taking shape
We are diamonds taking shape

If we've only got this life
This adventure, oh, then I
And if we've only got this life
You get me through

And if we've only got this life
In this adventure, oh, then I
Want to share it with you
With you
With you
Yeah I do
Woohoo
Woohoo
Woohoo
Umbrella
[Jay-Z]
Uh huh, uh huh (Yea Rihanna)
Uh huh, uh huh (Good girl gone bad)
Uh huh, uh huh (Take three... Action)
Uh huh, uh huh

No clouds in my stones
Let it rain, I hydroplane in the bank
Coming down with the Dow Jones
When the clouds come we gone, we Rocafella
We fly higher than weather
In G5's are better,
You know me,
In anticipation, for precipitation.
Stack chips for the rainy day
Jay, Rain Man is back with little Ms. Sunshine
Rihanna, where you at?

[Rihanna]
You have my heart
And we'll never be worlds apart
Maybe in magazines
But you'll still be my star
Baby, 'cause in the dark
You can't see shiny cars
And that's when you need me there
With you I'll always share
Because

[Chorus]
When the sun shines, we'll shine together
Told you I'd be here forever
Said I'll always be a friend
Took an oath I'ma stick it out 'til the end
Now that it's raining more than ever
Know that we'll still have each other
You can stand under my umbrella
You can stand under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh eh eh eh)

These fancy things, will never come in between
You're part of my entity, here for infinity
When the war has took its part
When the world has dealt its cards
If the hand is hard, together we'll mend your heart
Because

[Chorus]
When the sun shines, we'll shine together
Told you I'd be here forever
Said I'll always be a friend
Took an oath I'ma stick it out 'til the end
Now that it's raining more than ever
Know that we'll still have each other
You can stand under my umbrella
You can stand under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh eh eh eh)

You can run into my arms
It's OK, don't be alarmed
Come here to me
There's no distance in between our love
So go on and let the rain pour
I'll be all you need and more
Because

[Chorus]
When the sun shines, we'll shine together
Told you I'll be here forever
Said I'll always be a friend
Took an oath I'ma stick it out 'til the end
Now that it's raining more than ever
Know that we'll still have each other
You can stand under my umbrella
You can stand under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh)
Under my umbrella
(Ella ella eh eh eh eh eh eh)

It's raining, raining
Oh, baby, it's raining, raining
Baby, come here to me
Come here to me
It's raining, raining
Oh, baby, it's raining, raining
You can always come here to me
Come here to me

[2x]
It's pouring rain, it's pouring rain
Come here to me
Come here to me