Tampilkan postingan dengan label RPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Agustus 2016

Darksiders II

Darksiders yang lahir dari tangan Vigil Games dan THQ memang terkenal sebagai satu dari sedikit game action hack and slash yang berhasil mencuri perhatian industri game. Dirilis pada tahun 2010, Darksiders berhasil tampil memukau jalinan cerita, visualisasi dunia, hingga mekanisme gameplay yang sederhana, namun tetap adiktif. Kesuksesan seri pertama yang dibintangi oleh karakter bernama War ini kemudian diikuti dengan sebuah seri kedua yang baru saja dirilis minggu lalu. Tidak lagi mengambil War sebagai karakter utama, Darksiders 2 menjadikan sang saudara – Death sebagai tokoh sentral dalam sebuah petualangan yang tidak kalah epik.

Sempat diperkenalkan lewat beragam trailer dan screenshot sejak tahun lalu, ekspektasi terhadap kehadiran Darksiders 2 memang cukup tinggi. THQ sendiri sudah menjanjikan beberapa perubahan mendasar untuk membuat franchise ini tetap dalam dan menarik. Sebuah inovasi yang cukup mengejutkan, namun terhitung berhasil untuk membuat Darksiders 2 tampil sebagai sebuah seri yang pantas untuk dijajal. Kami sendiri sudah pernah menyampaikan kesan pertama yang sempat dihadirkan oleh seri yang satu ini dan cukup terpesona olehnya. Segi visualisasi mungkin tidak memberikan peran yang besar untuk kesan yang begitu kuat ini, namun perubahan di sisi gameplay menjadi salah satu kekuatan dari Darksiders 2. Sebuah langkah ekstrim yang ternyata berhasil membuat seri ini menjadi jauh lebih menarik.

Plot

Perkenalkan Death – salah satu dari Four Horsemen of Apocalypse yang akan menjadi karakter utama Anda di Darksiders 2 ini.
Sebelum masuk ke dalam Darksiders 2, ada baiknya jika kita memahami sedikit latar belakang cerita yang terjadi di Darksiders pertama terlebih dahulu karena keterkaitan hubungan yang erat antara keduanya. Di seri pendahulunya, Anda berperan sebagai War, satu dari empat Horsemen of Apocalypse yang dibentuk oleh Charred Council – sebuah organisasi penengah nan adil yang menengahi konflik antara dunia malaikat, iblis, dan manusia. Keempat penunggang kuda ini hanya diperkenankan untuk turun ke bumi begitu Seventh Seal – yang menjadi pencegah perang terbuka antara Iblis dan Malaikat pecah dan menjadi pertanda awal berakhirnya kehidupan manusia. Namun sebuah keanehan terjadi. War tiba-tiba jatuh ke bumi dan hidup sebagai simbol awal kiamat, sementara Seventh Seal sendiri belum hancur. Intervensi yang dilakukan War ini membuatnya dipanggil oleh Charred Council dan dihadapkan pada pengadilan. War yang terancam hukuman mati, meminta kesempatan kedua untuk membuktikan dirinya tidak bersalah.
 
Lewat cerita di atas, karakter utama di Darksiders 2 – Death, sang Horseman kedua memainkan peranan terpentingnya. Dalam timeline yang sejalan dengan seri pertamanya, Death berusaha mencari kebenaran untuk memastikan agar War terhindar dari ancaman hukuman mati yang dituntut oleh Charred Council. Perjalanan pun dimulai untuk menghidupkan kembali semua umat manusia yang telah tewas akibat perang antara para Malaikat dan Iblis. Death melihatnya sebagai awal solusi untuk meringankan tuduhan yang diarahkan kepada War. Misi ini memaksa Death untuk berpetualang menuju Tree of Life, sumber dari semua kehidupan di alam semesta. Namun seiring dengan progress perjalanannya menyusuri beragam dunia, Death menemukan sebuah ancaman lain – Corruption, sebuah energi kegelapan yang membuat banyak makhluk jatuh ke dalam godaan untuk menguasai makhluk yang lain. Berbagai hambatan dan pertarungan besar menanti Death dalam perjalanannya ke Tree of Life. Tidak hanya misteri tentang masalah yang menyelimuti War, Death juga akan mempelajari tentang masa lalu The Four Horsemen of Apocalypse dan alasan mereka berada di balik Charred Council.

Bertemu dengan ras-ras yang lebih kuat daripada para Malaikat dan Iblis, Death berusaha mencari Tree of Life, tempat yang menurutnya akan mampu membuktikan bahwa War tidak bersalah.
Petualangan Death untuk membela War pun dimulai. Menjelajahi beragam dunia, Death justru dihadapkan pada ancaman yang baru.
Corruption – kekuatan kegelapan yang mulai menguasai semesta.Siapa sebenarnya sosok di balik “infeksi” yang menyeramkan ini?
Apa sebenarnya Corruption ini? Siapa itu Four Horsemen of Apocalypse? Mampukah Death menyelamatkan War? Siapakah yang bertanggung jawab atas dimulainya kiamat – perang besar antara para Malaikat dan Iblis? Anda tentu harus memainkan game ini untuk mendapatkan jawabannya.

Action Hack & Slash? Lebih Tepatnya Action RPG!

Tidak seperti pendahulunya, Darksiders 2 justru datang dengan perubahan yang cukup signifikan di sisi gameplay. Ia berubah dari game hack & slash murni menjadi sebuah game action RPG!
Apa yang membuat Darksiders 2 ini jauh berbeda dibandingkan dengan Darksiders pertama? Satu aspek yang palling mudah dikenali dan pasti akan menarik perhatian semua gamer yang sudah familiar dengan franchise ini adalah perubahan di sisi gameplay yang signifikan. Jika Darksiders pertama mengusung mekanisme gameplay action hack & slash yang murni, maka Darksiders 2 lebih pantas disebut sebagai sebuah game action RPG. Ada begitu banyak elemen yang membuat seri terbaru ini  justru lebih mengingatkan Anda pada game-game action RPG fenomenal seperti halnya Diablo atau Kingdom of Amalur: Reckoning daripada Devil May Cry, misalnya. Atmosfer yang terbangun mengindikasikan hal tersebut.

Mekanisme kontrolnya sendiri memang memegang  ciri khas hack & slash yang kuat. Death akan dipersenjatai dengan dua gerakan utama: Normal Attack yang diwakili oleh senjata utamanya – Scythe dan Heavy Attack yang akan dieksekusi dengan secondary weapon yang cukup bervariasi. Beberapa senjata menawarkan kecepatan, sementara senjata yang lain lebih mengutamakan damage. Kombinasi serangan dapat dilakukan dengan cukup mudah dengan varian move list yang cukup besar. Selain itu, Death juga akan dibekali dengan kemampuan untuk melakukan evade, melompat, tools, dan takedown yang harus dimaksimalkan sepanjang pertempuran untuk memastkan kemenangan. Sebuah elemen action padat yang kemudian dileburkan dalam sisi gameplay RPG nya yang terhitung kental.

Kombinasi serangan antara Normal dan Heavy Attack yang tepat akan memudahkan untuk memenangkan pertempuran. Tentu saja, Anda juga harus memaksimalkan evade untuk menghidari serangan musuh dan membuka celah untuk menyerang.
Kesan action RPG ini kian kentara dengan dihadirkannya sistem Equipment untuk memperkuat Death.
Apa yang membuat sebuah game action dapat dikatakan mengusung konsep RPG di dalamnya? Kita tidak hanya sedang membicarakan angka-angka yang bertebaran sebagai damage, tetapi juga beberapa konsep lainnya yang semakin menguatkan kesan tersebut di Darksiders 2. Salah satu ciri yang cukup kuat adalah hadirnya sistem equipments dan item yang datang dengan beragam atribut status tersebut. Senjata dan equipments ini akan datang dengan keunggulan status masing-masing, membantu Anda untuk menciptakan Death yang lebih “personal”. Bagaimana cara mendapatkannya? Seperti halnya game-game RPG, Anda dapat menemukan equipment terbaik lewat chest di sepanjang permainan, toko yang tersedia di kota, hingga drop dari musuh / boss yang Anda hadapi. Selain itu, Vigil juga mengadopsi sistem experience points yang memungkinkan Death untuk bertambah kuat lewat sistem level up dan mendapatkan atribut status permanen tertentu.

Sistem equipment dan level up belum cukup untuk mencerminkan sebuah game RPG? Maka fitur yang satu ini boleh terbilang sebagai “kunci” untuk mengkategorikan Darksiders 2 tidak lagi sebagai sebuah game hack & slash belaka. Untuk setiap level yang ia dapatkan atau misi yang berhasil diselesaikan, Death akan mendapatkan satu skill points yang dapat digunakan untuk membangun skill tree unik yang dapat disesuaikan dengan cara Anda bermain. Seperti halnya sebuah game “role-playing”, Anda memiliki kebebasan untuk menentukan peran dan gaya pertempuran Death. Ada dua kategori besar di dalam skill tree ini: skill yang lebih berfokus pada kemampuan fisik dan kemampuan magic (arcane). Skill fisik biasanya berkaitan dengan jenis-jenis serangan yang akan menimbulkan damage, buff, atau de-buff pada musuh. Sementara gaya gameplay Arcane lebih tertuju pada penggunaan magic, seperti halnya job ala Necromancer dan Druid di game-game action RPG yang lain.

Level up! Time to spend some skill points!
Ada dua kubu skill utama yang dapat dipilih Death – yang berfokus pada serangan fisik dan Arcane. Anda dapat memilih untuk berfokus pada salah satunya atau mengkombinasikan keduanya untuk menciptakan Death “versi” Anda sendiri.
Death akan berhadapan dengan serangkaian puzzle yang akan menuntut Anda untuk berpikir “out of the box”. Tenang saja, game ini tidak menyediakan tantangan yang terlihat mustahil untuk diselesaikan.
Tantangan tidak hanya akan dihadirkan dari beragam musuh yang akan menghalangi perjalanan Death menuju misi utamanya, tetapi juga dari elemen-elemen platformer yang ada. Death akan melakukan gerakan-gerakan parkour “ajaib” untuk mencapai lokasi yang dibutuhkan di setiap dungeon dan sudah menjadi tugas Anda untuk mencari jalan alternatif ini. Perjalanan juga akan semakin dipersulit dengan kehadiran serangkaian puzzle yang terkadang harus menuntut Anda untuk berpikir di luar kotak. Death sendiri akan dibekali dengan berbagai kemampuan untuk menyelesaikan beragam tantangan ini, dari kemampuan untuk melakukan summon arwah, membelah diri, membentuk portal, hingga menjelajahi waktu. Sebagian besar puzzle ini dapat diselesaikan dengan mudah. Yang perlu Anda lakukan hanyalah memerhatikan “clue” kamera yang biasanya hadir pada saat Anda memasuki area yang baru. Ini akan menjadi petunjuk mumpuni untuk mendapatkan gambaran akan apa yang harus Anda lakukan. Tetap bingung? Andalkan sang gagak – Dust untuk menunjukkan jalan yang benar (walaupun terkadang ia justru akan membuat Anda semakin bingung).

Bergaya Open-World, Segudang Side Missions

Salah satu fitur yang mendapatkan improvement yang begitu kentara di seri Darksiders 2 ini adalah konsep open-world yang berusaha ia hadirkan. Di seri pertama, War memang sudah diberi kebebasan untuk menjelajahi setiap level yang ia singgahi, namun boleh dikatakan, hampir tanpa sebuah tujuan yang jelas. Vigil Games semakin menyempurnakan konsep tersebut dengan menggabungkan sistem open-world ini dengan segudang side-missions yang dapat Anda picu dengan berbicara dengan karakter NPC yang tepat. Tentu saja ini semakin mendefinisikan jati diri seri kedua ini sebagai sebuah game action RPG.

Darksiders 2 kini tampil dengan gaya open-world yang lebih baik. Setidaknya Death tidak lagi menunggang Despair tanpa alasan yang jelas.
Ada segudang side-missions dengan reward menggiurkan yang menanti Anda.
Sebagian besar misi ini memang berhubungan dengan mengumpulkan dan menghancurkan. Beberapa di antaranya akan menuntut Anda berperan sebagai seorang demon hunter, menjelajahi dungeon dengan membunuh sang boss besar yang mendiami tempat tersebut. Namun berharap proses ini akan berjalan dengan sangat mudah karena tidak jarang beberapa Boss side-quest ini akan datang dengan level yang lebih tinggi daripada Death. Butuh ketekunan dan kecekatan untuk mengalahkan mereka, jika Anda tidak ingin direpotkan untuk melakukan farming terlebih dahulu. Sementara untuk tugas mengumpulkan, Anda harus mengeksplorasi keseluruhan dunia yang disinggahi Death untuk mendapatkannya, yang memang harus diakui merepotkan. Reward apa yang akan Anda dapatkan? Senjata-senjata dengan efek terbaik dan experience akan menjadi “hadiah” yang membuat semua side missions ini pantas untuk dilirik.

Sayangnya, Terkesan Bertele-tele

Satu misi utama dipecah menjadi tiga misi ekstra lainnya. Setiap misi ekstra ini kemudian dipecah menjadi tiga misi lagi. Memang butuh ekstra kesabaran untuk berhadapan dengan sistem misi seperti ini, walaupun terkadang harus diakui, menyebalkan.
Menjelajahi begitu banyak dunia yang berbeda dengan balutan elemen action RPG yang cukup adiktif seharusnya menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan. Sayangnya, ada sebuah blunder yang menurut kami, membuat Darksiders 2 menjadi sedikit lebih sulit untuk dinikmati. Apa itu? Tentu saja alur plot yang terasa dipaksa, membuat perjalanannya terkesan sangat bertele-tele. Jika sebagian besar game serupa menuntut Anda untuk datang ke tempat tujuan dan menyelesaikan misi secara langsung, tidak begitu dengan Darksiders 2. Setiap kali Anda menuju ke tempat misi utama, maka Anda harus bersiap untuk mendapatkan ekstra misi yang berkaitan dengannya. Bagian terburuknya, ia hadir dalam jumlah yang tidak sedikit.

Bayangkan apa yang Anda rasakan jika Anda menemukan kenyataan bahwa Anda harus menyelesaikan 3 buah ekstra misi sebelum Anda  dapat mengakses sang misi utama untuk mendapatkan progress cerita. Merepotkan? Namun sebagian besar dari Anda akan dengan ikhlas menerima. Ketika Anda bersiap untuk menyelesaikan setiap misi ini, Anda ternyata harus berhadapan dengan kenyataan yang lebih pahit. Benar sekali, setiap misi dari ketiga misi ini ternyata juga menuntut Anda untuk menyelesaikan tiga misi yang lain. Voila, Anda tiba-tiba harus menyelesaikan sembilan misi sebelum dapat melanjutkan petualangan Death. Dunia yang ditawarkan oleh Darksiders 2 memang luas, namun sebagian besar misi hanya akan menuntut Anda untuk mengitari daerah yang sama / serupa karena masalah ini. Konsep seperti ini benar-benar membuat Darksiders 2 terlihat bertele-tele.

Kesimpulan

Perubahan signifikan di sisi gameplay membuat Darksiders 2 terasa jauh berbeda dibandingkan seri sebelumnya. Sebuah perubahan yang membuat seri ini tampil jauh lebih berkualitas dan menarik untuk dijajal.
Jadi apa yang bisa disimpulkan dari seri terbaru – Darksiders 2 yang dikembangkan oleh Vigil Games dan THQ ini? Kesan pertama yang menarik di awal ternyata mampu bertahan hingga akhir permainan. Perubahan ekstrim yang dilakukan untuk menciptakan atmosfer action RPG yang lebih kental memang harus diakui membuat Darksiders 2 tampil jauh lebih menarik dan menyenangkan untuk dimainkan. Jadi, tidak sekedar datang dan membabat semua musuh begitu saja, Anda juga dapat membangun karakter Death sesuai dengan gaya gameplay yang Anda inginkan. Tidak hanya sekedar memperkuatnya dengan beragam senjata dan armor dengan status uniknya masing-masing, sistem skill points yang memiliki titik fokus yang berbeda juga memberikan kesempatan untuk membentuk Death “versi” Anda sendiri. Dipadukan dengan sebuah dunia open-world dan side mission yang cukup menantang, Darksiders 2 tampil memukau.

Lantas dimana titik kelemahannya? Selain visualisasi yang tidak banyak mendapatkan perombakan signfiikan, ada beberapa kelemahan yang mungkin Anda rasakan ketika memainkan Darksiders 2, terutama dari versi konsol. Framerate yang tidak stabil dan beberapa bug dan glitch kecil akan seringkali Anda temukan sepanjang permainan. Salah satu yang cukup menyebalkan adalah peran Dust – sang gagak sebagai “sistem GPS” Anda yang seringkali reliable. Burung yang satu ini seringkali merujuk pada arah yang salah, membingungkan Anda dengan inkonsistensi arah yang ia tuju, bahkan membuat Anda tersesat. Mencegah diri untuk mengandalkan burung yang satu ini akan menjadi tindakan yang lebih bijak. Kelemahan lain? Tentu saja misi utama dan alur yang terkesan bertele-tele, dimana misi utama Anda selalu memiliki banyak misi ekstra. Hasilnya, Anda akan menghabiskan banyak waktu untuk beradad di daerah yang sama daripada mengksplorasi beragam dunia yang disinggahi oleh Death.

Terlepas dari kekurangan-kekurangan tersebut, Darksiders 2 mampu membuktikan diri sebagai sebuah game dengan kualitas yang pantas untuk diacungi jempol. Gameplay, desain karakter, voice acts, plot, hingga setting dihadirkan memang memberikan nuansa yang baru untuk keseluruhan franchise yang satu ini. Tidak diragukan lagi, Darksiders 2 is a MUST PLAY!

Fallout 3
Hasil gambar untuk review fall out 3 indo
Fallout 3 adalah videogame khusus. Ini adalah role-playing game open-world yang memberikan pengalaman seperti apa pun di pasar sekarang. Ini sebuah karya mencekam dan ekspansif berapa banyak kedalaman dan kegembiraan dapat dikemas menjadi satu videogame , dan itu tidak adil kepada franchise Fallout . Sekuel ini adalah yang pertama dibuat oleh Bethesda , pengembang bertanggung jawab untuk The Elder Scrolls IV : Oblivion . Anda tidak perlu untuk memainkan game masa lalu mereka atau permainan Fallout sebelumnya untuk menikmati yang satu ini . Ini berdiri sendiri sebagai videogame kenangan dan disusun dengan baik .
The Fallout semesta melukiskan gambaran masa depan dystopian . Itu ada dalam apa yang orang di puncak revolusi atom pada 1950-an melihat sebagai dunia sci – fi besok … jika beberapa ribu bom nuklir dijatuhkan di atasnya. Ini aneh sci – fi pandangan masa depan yang penuh dengan mobil atom , pelayan robot , dan terminal komputer sangat dasar . Sebuah perang nuklir telah diambil sebagian besar kenyamanan teknologi , memberikan latar belakang untuk permainan dengan suram , suasana putus asa penuh dengan humor fasih dan gelap . Ini adalah dunia yang fantastis dan entah bagaimana bisa dipercaya . Dan itu adalah salah satu yang menarik untuk mengeksplorasi .
Anda bermain sebagai penghuni Vault , sebuah batu tulis kosong bagi Anda untuk menulis cerita Anda . Permainan dimulai dengan kelahiran dan kemudian dengan cepat bergerak melalui masa kanak-kanak dengan snapshot dari peristiwa penting , seperti hari Anda mendapatkan Anda Pip – Boy 3000 . Ini adalah penciptaan karakter cerdik terselubung dan urutan tutorial yang menentukan latar belakang cerita. Anda hidup di Vault 101 , sebuah bunker dirancang untuk menjaga penghuninya hidup melalui perang nuklir yang menghancurkan permukaan . Namun, kubah ini tidak membuka kembali ketika perang selesai dan sebagai pembukaan sinematik memberitahu Anda , di sinilah Anda akan mati karena tidak ada yang pernah memasuki atau meninggalkan Vault 101 .
Perang tidak lebih dari runtuh pemerintah Amerika Serikat dan infrastruktur. Ini meninggalkan pengingat pelanggaran manusia. Efek radiasi yang dirasakan di mana-mana, tidak ada yang lebih kuat daripada di air. Haus dan putus asa adalah konstanta di Fallout 3 dan Anda tidak akan tahu definisi sebenarnya dari baik sampai Anda minum air iradiasi dari toilet untuk mendapatkan poin kesehatan beberapa. Air dan makanan dapat menyembuhkan Anda, tapi hampir semuanya telah diracuni oleh radiasi. Anda harus menggunakan obat untuk mengelola tingkat radiasi yang anda ambil dari makan, minum atau berkelana ke zona panas, menciptakan tak berujung memberi dan menerima yang menggarisbawahi perjuangan untuk bertahan hidup bahwa setiap orang yang Anda temui wajah.
Minimum System Requirements:
  • Windows XP/Vista
  • 1GB System RAM (XP) / 2GB System RAM (Vista)
  • 2.4 Ghz Intel Pentium 4 or equivalent processor
  • Direct X 9.0c compliant videocard with 256MB RAM (NVIDIA 6800 or better / ATI X850 or better)
Recommended System Requirements:
  • Intel Core 2 Duo processor
  • 2 GB System RAM
  • Direct X 9.0c compliant video card with 512MB RAM (NVIDIA 8800 series, ATI 3800 series)
Lone_Wanderer-SMG
fallout-3-ss-26
Diablo III:Reaper of Souls
Beberapa waktu yang lalu, Diablo III akhirnya resmi merilis salah satu expansion terbesarnya; Reaper of Souls. Expansion ini tidak hanya menghadirkan Act 5, dan beragam quest baru lainnya. Namun menyediakan banyak fitur, hingga class terbaru yang bisa gamer mainkan.

Nah, dalam tulisan kali ini Gamexeon akan membahas mengenai beberapa fitur baru dari Reaper of Souls. Tenang aja, ga ada spoiler untuk storyline kok. 

Review ini akan membahas mengenai konten single player untuk Reaper of Souls.


NEW CLASS: CRUSADER



Reaper of Souls menyajikan class ke-6 dalam Diablo III, yakni Crusader. Yang menarik dari class ini adalah, Crusader seperti layaknya gabungan melee dan range. Crusader juga memiliki control area yang sangat baik. Dia mampu memberikan serangan area yang luas. Well, saya pribadi membentuknya menjadi class gabungan unik, antara melee dan range. 



Senjata ikonis Crusader adalah flail dan tameng. Yang sangat unik dari class ini, adalah kemampuannya memegang senjata 2 tangan, sebagai senjata 1 tangan. Yup. Kalian bisa menggunakan senjata 2 tangan, plus dengan tameng. Hal ini bisa memberikan kalian tambahan damage, serta block dan defense yang baik. 

Secara umum Crusader adalah tipe penyerang area. Dia mampu memberikan serangan jarak dekat (melee), yang sama baiknya dengan serangan jarak jauh. Well, dia mampu menjadi tipe tanker, namun hanya dalam saat darurat saja. Class seperti Barbarian dan Monk memiliki tingkat defense yang jauh lebih baik. 

NEW MODE: ADVENTURE MODE



Kalian suka unsur eksplorasi, random dungeon, mencari harta karun, atau melawan monster untuk mendapatkan drop item langka? Reaper of Souls menjawab keinginanmu dengan menghadirkan Adventure Mode. Mode ini sebetulnya seperti mode free dari Story Mode. Ada 2 tipe permainan yang bisa kamu dapatkan di Adventure Mode; Bounty dan Nephalem Rifts.

Bounty

Kalian akan mengunjungi kembali semua Act terdahulu, namun dengan tantangan baru. Yup. Kalian akan diberikan misi, ataupun monster buruan (bounty) yang harus dikalahkan. Setiap Act menawarkan sekitar 5 misi bounty. Selesaikanlah semua misi bounty itu, kemudian melaporlah pada Tyrael. Dia akan memberikan karaktermu hadiah, yakni Horadric cache. 


Setelah semua misi Bounty selesai, datang dan melaporlah ke Tyrael

Semua misi dan bounty akan diacak setiap kali kalian meninggalkan game (leave game). 

Nephalem Rifts.

Ingin tantangan lebih? Mau mengalahkan banyak monster untuk menguji kekuatan karakter kalian? Masuklah ke Nephalem Rifts, dan tunjukan kemampuanmu sebagai Nephalem sejati. Nephalem Rifts hanya bisa diakses menggunakan rift keystones, lebih tepatnya 5 buah rift keystones untuk sekali memasuki rift. Well, rift keystones bisa kamu dapatkan dari melakukan bounty.



Tampilan rift yang tengah terbuka. Rift bisa diakses melalui tiap kota

Dungeon dalam rift selalu acak, dan menampilkan monster yang berbeda-beda. Jangan kaget jika kalian melakukan rift dengan dungeon dari Act 1, namun bertemu dengan monster dari Act 4. Hal ini membuat unsur penasaran, setiap kali kalian membuka rift. Bertanya-tanya tantangan apa yang ada di depan kalian. Terlebih lagi kalian bakal mendapatkan Blood Shards sebagai hadiah di akhir rift. Well, gunakan Blood Shards ini untuk menguji keberuntungan kalian melalui NPC Kadala, alias gambling. Dia bisa memberikan kalian senjata acak, dengan menukarkan Shards yang kalian miliki. Kadang kalian bisa mendapatkan item legend, tapi sering kali hanya item-item biasa saja. 


NPC Kadala, tukarkan Blood Shardsmu kepadanya. Semoga beruntung!

NEW ARTISAN : MYSTIC



Bosan melihat senjata kalian modelnya begitu-begitu saja? Atau ingin sekali mengubah status tak berguna dari armor kalian? Nah, untuk itulah Mystic datang membantu. Mystic adalah artisan ketiga, yang diperkenalkan dalam Reaper of Souls. Kalian akan bertemu dengannya, melalui storyline di Act 5. 

Seperti yang ditulis di atas, Mystic memiliki 2 kemampuan utama. Dia mampu mengubah tampilan fisik senjata kalian, dan mengubah status senjata kalian. Untuk melakukan tugasnya, Mystic membutuhkan Gold dan material. Well, tidak ada batasan untuk menggunakan Mystic. Selama kalian tetap memiliki bahan yang dibutuhkan.



Contoh inventory dengan item yang sudah dimodifikasi dengan Mystic. Lihat icon lingkaran ungu? Itu tandanya item sudah di ubah tampilannya oleh Mystic

Mystic bisa mengubah tampilan senjata ataupun armor kalian. Khusus senjata, dia hanya bisa berubah tampilan dari jenis senjata yang sama. Misalnya, jenis pedang tidak bisa diubah tampilannya menjadi jenis kapak. Well, fitur ini lebih ke arah kosmetik saja, dan merupakan peningkatan dari fitur dye.

Yang lebih menarik dari Mystic, adalah dia mampu mengubah 1 status dari semua peralatan kalian. Tidak ada batasan, senjata ataupun armor, cincin, ataupun amulet. Namun Mystic hanya bisa mengubah maksimal satu status saja. Well, asyiknya adalah, kalian bisa terus-menerus mengubahnya, hingga mendapatkan angka ataupun status yang kalian mau. Selama masih memiliki material dan Gold. 




CLOSING



Well, itul adalah 3 fitur utama yang menarik dari Reaper of Souls, menurut Gamexeon. Expansion ini bisa dikatakan menambah tingkat replaybility Diablo III, dan seperti mengembalikan konsep game ini kepada dungeon crawling. Ada banyak hal yang bisa dilakukan terus-menerus, dan membangkitkan rasa penasaran. Untuk pemain yang sudah menyentuh level akhir, Reaper of Souls juga memberikan end game content yang tetap bisa membuatmu sibuk. Entah itu mengumpulkan set item baru, atau mencoba random dungeon dalam tantangan rift.

Dark Souls III
Dark Souls banyak gamer di dunia yang selalu merinding mendengar namanya dan tingkat kesulitannya.Jika anda merupakan gamer kasual dan baru dalam dunia rpg saya sarankan anda untuk tidak membaca review ini.Mengapa?karena Dark Souls memiliki tingkat kesulitan diatas game sejenisnya.Lebay seberapa sulitnya sih?saya menjawab dengan serius saya benar benar tidak berlebihan, souls series selalu membawa tingkat kesulitan tinggi di setiap gamenya.Bahkan banyak gamer membanting kontrollernya kelantai karena kesal.Sebelum memainkan game ini saya sarankan anda menelepon rumah sakit jiwa "ini benar benar serius".Pada kesempatan kali ini semua tentang dark soul akan saya bahas dalam"Review Dark Souls".Its time for review:

Plot
Dalam Dark Souls anda akan bermain sebagai seorang undead yang ditakdirkan untuk menyelematkan dunia dari kegelapan.Mungkin plot yang sangat umum unntuk RPG zaman sekarang tapi dalam dark souls anda tidak akan disuguhkan cerita yang lengkap.Karena disini anda harus mencari benang merah dengan dialog antar karakter dan juga deskripsi dari beberapa item.

Kustomisasi karakter
review dark souls indonesia
Tampilan kustomisasi karakter di Dark Souls

Kustomisasi karakter di Dark Souls sama dengan game sejenis di sini disediakan beberapa class yang umum seperti warrior,knight.thief,dan lain lain.Disini juga anda dapat membentuk karakter anda sendiri berwajah putih hitam semua terserah anda dan satu lagi bagian penting yaitu gift.Apa itu gift?gift adalah kemampuan atau item khusus yang diberikan pada karakter anda misalnya gift yang dapat membuka pintu ,biasanya gift ini lebih cocok untuk class thief.Jadi sesuaikanlah dengan gaya bermain anda.Jika anda gamer yang lebih suka menghindar pilihlah thief tapi jika anda gamer yang suka menahan serangan pilihlah warrior atau knight,Sebagian gamer yang memainkan dark souls lebih suka memilih class knight kare penggunaanya yang lebih sederhana daripada class lain.Yang perlu diingat juga di Dark Souls, class tidak mempengaruhi senjata yang nanti anda pakai knight ahli staff atau panah itu semua tidak masalah hanya efisiensi yang berbeda.

Souls
Souls sama seperti mata uang dalam game ini anda ingin meningkatkan kemampuan karakter anda souls kuncinya atau anda ingin membeli senjata dan item di blacksmith souls juga kuncinya.Tapi sebagian besar gamer kasual berpendapat "kumpulin aja soulsnya banyak banyak toh nanti karakter kita akan jauh lebih kuat".Saya bilang itu adalah pernyataan bodoh apa anda tidak tahu jika anda mati souls anda akan......

Mati


review dark souls indonesia
Scene ini akan anda lihat ratusan kali selama anda
bermain Dark Souls
Kematian banyak gamer di luar sana yang tidak suka dengan kematian karakternya tapi tidak demikian dengan pecinta Dark Souls kebanyakan dari mereka menganggap scene ini adalah sahabatnya.Bayangkan saja dalam satu area saja anda bisa mati puluhan kali melawan boss mati dengan satu pukulan sudah biasa atau melawan musuh yang memiliki kemampuan rendah seperti undead dan anda mati itu sudah biasa yang jelas jika anda sudah lama dan sering mati di dark souls anda akan lebih bersahabat dengan scene dan menganggap itu adalah suatu pembelajaran.Bayangkan Betapa puasnya anda ketika berhasil melewati suatu area atau boss dengan banyak scene seperti ini rasanya no limit.Meskipun begitu ada bagian yang menjengkelkan dari scene ini souls yang anda kumpulkan selama perjalanan dan sebuah entiti bernama humanity akan jatuh di tempat anda mati.Bagaimana mendapatkanya kembali?dengan mencapai tempat anda mati tadi, tapi bagaiman jika saya mati sebelum saya mencapai tempat saya mati sebelumya?semua akan hilang tanpa tersisa.Sekejam itukah dark souls ya memang begitulah kenyataanya anda seperti dekerjai dan tidak siampuni seperti anda telah melakukan banyak dosa sebelumnya.


review dark souls indonesia
Scene ketika anda berhasil mengambil souls atau humanity
di tempat anda mati sebelumnya


Bonfire
dark souls bonfire
Bonfire surga di tengah dark souls

Bonfire?bonfire?banyak gamer baru yang bertanya tanya apa itu bonfire?bonfire adalah checkpoint jadi setiap anda mati anda akan di respawn kembali ke bonfire terakhir anda beristirahat.saya bisa menjawab bonfire adalah surga.Ya beristirahat di bonfire rasanya seperti beristirahat di surga,Ada rasa puas ketika anda melihat bonfire itu seperi anda telah melewati rintangan yang diberi Dark Souls dan ingin melanjutkan perjalanan anda ke area selanjutnya.


Kesimpulan
Dark Souls adalah game super sulit bahkan untuk gamer pro sekalipun tapi dibalik kesulitan ada rasa puas ketika anda berhasil melewati sebuah rintangan.Dark Souls sangat cocok untuk gamer veteran yang sudah bermain game di masa lalu dan menginginkan game dengan kesulitan tinggi maka Dark Souls sangat saya rekomendasikan tapi bagai kalian yang masih baru dalam dunia rpg maka dark souls adalah game yang dapat merusak kesehatan jiwa kalian.Maka jagalah kesehatan jiwa kalian.Happy gaming.