Tampilkan postingan dengan label Multiplayer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Multiplayer. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2016

Call of Duty:Modern Warfare
Call of Duty Advanced Warfare 1
Membicarakan satu franchise game First Person Shooter tahunan, nama Call of Duty (CoD) mungkin tidak akan lepas dari topik pembicaraan. Sejak dulu, gamer mengenal franchise CoD sebagai satu franchise tahunan yang menawarkan gameplay FPS yang solid, baik untuk single player maupun multiplayer. Disamping gameplay, penulis pribadi juga menyukai CoD lewat kisah-kisah yang dibawakannya, dan bagaimana pihak developer meramu jalan cerita dalam game tersebut sehingga memainkan emosi paragamer.
Dari segi gameplay, salah satu inovasi yang ditawarkan CoD lewat Ghosts tahun lalu adalah menampilkangameplay shooter dengan gravitasi nol di luar angkasa dan juga saat berada di dalam air. Inovasi yang menarik, namun ternyata tidak semua penggemar game shooter menyukainya, dan ditunjukkan dengan penjualan Ghosts yang menurun dibandingkan judul-judul sebelumnya. CoD butuh sebuah lompatan besar baik dari segi gameplay maupun kisah untuk kembali bersaing di masa yang akan datang. Pertanyaannya, lompatan seperti apa yang harus dilakukan dalam Advanced Warfare ini?
Call of Duty Advanced Warfare 3
Bagi kamu yang selalu mengikuti perkembangan game CoD dari tahun ke tahun, chapter pembuka mungkin menjadi salah satu yang ikonik dan penuh kejutan. Hal tersebut masih dipertahankan dalam Advanced Warfare ini, dimana dalam adegan pembuka game ini Sledgehammer masih mempertahankan ciri khas eksplosif, penuh drama sekaligus sinematik. Yap, sepertinya “ramuan” untuk membuat adegan awal yang sinematik ini terbukti cukup manjur dan tidak bisa disaingi oleh game-game shooter lainnya.
Call of Duty Advanced Warfare 4
Banyak misi yang cukup ikonik dengan persenjataan eksklusifnya. Contohnya kamu bisa menggunakanGrappling Hook yang bisa membuatmu bisa berpindah-pindah secara cepat dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Sledgehammer cukup cerdas dalam menghadirkan senjata dan peralatan eksklusif untuk membantu misi dalam sebuah chapter, dan mereka tidak segan-segan untuk menghilangkan perlengkapan tersebut darimultiplayer. Bisa dibayangkan, bagaimana menyebalkannya jika kamu melawan seorang pemain yang menggunakan grappling hook dalam fitur multiplayer-nya?
Call of Duty Advanced Warfare 6

Nuansa masa depan canggih yang dihadirkan oleh Sledgehammer dalam game ini patut diacungi jempol. Salah satunya membuat Head Up Display (HUD) yang lebih bersih dan terkesan menyatu dengan senjata yang digunakan, namun tidak kehilangan aspek informatifnya. Sledgehammer juga cukup jeli untuk membuat pemain tidak bosan dalam menjalani campaign single player dengan menghadirkan kejutan-kejutan di setiap chapter-nya, seperti kehadiran peralatan khusus (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya) dan juga bagaimana cara untuk menyelesaikan setiap chapter-nya.
Aksi baku tembak juga semakin seru dengan kehadiran exosuit, yang membuat musuh tidak hanya datang dari darat saja, melainkan juga mengajak untuk bertempur secara vertikal. Karena kehadiran exosuit ini pula, maka Advanced Warfare memiliki sedikit cita rasa first person platforming ala Mirror’s Edge. Banyak struktur bangunan vertikal yang bisa kamu panjat, dengan tetap mempertahankan sudut pandang first persontersebut. Sekilas, memang Advanced Warfare akan kembali mengingatkanmu kepada Titanfall, namun kamu bisa merasakan baku tembak dalam game ini lebih intens dan juga lebih banyak aksi-aksi yang sinematik dengan berbagai Quick Time Event (QTE).
Review Overwatch
 Hasil gambar untuk over watch

Overwatch adalah game MOBA FPS terbaru besutan Blizzard yang kini sedang memasuki masa Open Beta nya di seluruh dunia. Dipatok dengan harga minimal US$ 39,99 menjadikan Overwatch masuk dalam kategori game berbayar eksklusif dari Blizzard setelah World Of Warcraft dan Diablo. Overwatch menyajikan permainan MOBA yang bertensi tinggi dan tanpa ampun, player yang tidak bisa mengikuti alur game nya bisa saja terus menerus dibully oleh lawan sepermainannya, begitu juga sebaliknya buat player yang bisa mengendalikan permainan pasti bisa menyelesaikan atau memenangkan misi yang sedang dimainkan.
Di dalam game nya sendiri kita akan diberikan opsi pilihan karakter cukup banyak, terbagi menjadi 4 tipe yaitu Offense Defense Tank dan Support, karakter karakter di Overwatch cukup mudah dipelajari meskipun baru pertama kali memainkan gamenya. 

Gameplay

Game ini mempunyai total 21 karakter yang siap dimainkan, terbagi menjadi 4 tipe karakter, masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing yang menjadikan game ini tidak asal tembak untuk memenangkan permainan. Penguasaan map di dalam game serta pengenalan skill tiap karakter juga menjadi faktor utama untuk bisa menjadi nomer satu di game ini. Sejauh ini ada beberapa mode yang disediakan yaitu defend territory, capture the area, dan escort payload, ketiga mode itu membutuhkan kerjasama tim yang luar biasa sehingga pemain yang hobi show off solo skill agak sedikit tidak terpakai disini.

Karakter

Pengenalan karakter terutama skill nya menjadi yang utama di game ini, jadi kamu tidak bisa hanya asal tembak saja, beberapa karakter nyaman digunakan sambil berlari dan sisanya cukup dengan berdiri menunggu mangsa, tipe support ada juga yang berfungsi debuff atau memberikan buff negatif ke musuh, dan juga ada yang bisa memberikan buff positif ke rekan 1 tim, untuk Tanker memang speed nya terkesan lambat tapi jika digunakan dengan tepat, daya hancurnya bisa meratakan satu tim dalam satu kawasan tertentu.

Mode


Dari tiga mode yang selama ini dimainkan,kita bisa menyimpulkan game ini butuh kerjasama tim yang apik dan cermat, keunikannya adalah jika kamu bisa satu tim dengan rekanmu dan bisa berkomunikasi, maka kemungkinan menang lebih tinggi dibanding dengan tim yang tanpa arah dan tujuan
Metal Gear Solid V:Phantom Pain


Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, Semakin Seru dan Menantang

Snake di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain
Kami sangat suka dengan game open-world. Menurut kami, ia menawarkan lebih dari sekadar bermain game karena pemainnya bebas melakukan apa pun di dunia tersebut. Sebagai contoh, Anda tidak perlu mengikuti misi untuk mendapatkan helikopter di GTA V. Anda juga dapat membunuh hampir setiap orang yang berpapasan dengan Anda di The Witcher 3: Wild Hunt. Game open-world biasanya juga dilengkapi dengan sistem side-questitem crafting, hingga hal-hal rahasia yang harus ditemukan sendiri oleh para pemainnya.

Itulah mengapa game open world dapat membuat pemainnya betah bermain bahkan hingga ratusan jam. Setelah menghabiskan ratusan jam di GTA V dan The Witcher 3, kini kami kembali "dipaksa" meluangkan waktu untuk memainkan Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Game yang merupakan kolaborasi antara pengembang game kondang Hideo Kojima serta Konami ini hadir dengan bentuk baru yang jauh lebih menarik dari sebelumnya.


Sebagaimana game Metal Gear Solid lainnya, kali ini Anda akan kembali berperan sebagai Snake, seorang prajurit super yang mampu menghabisi satu markas sendirian. Snake tidak seperti Rambo atau Chuck Norris yang datang langsung ke depan musuhnya lalu menyiramkan peluru dan membuat markas musuh hancur berantakan seketika. Snake lebih dikenal sebagai "penyusup" ketimbang "pembantai". Ia membantai musuhnya satu per-satu tanpa diketahui hingga tak tersisa satu pun.

Sosok Snake yang legendaris tersebut juga ditampilkan dengan sangat baik di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain. Snake masih sangat andal untuk diajak membantai musuhnya satu per-satu tanpa ketahuan. Malah, jika Anda sengaja bermain ala Rambo atau Chuck Norris, Snake akan cepat mati dan tingkat keberhasilan misi menjadi sangat rendah. Menyerang secara diam-diam adalah gaya bertempur Snake, dan Kojima ingin agar Anda menghormati hal tersebut.


Dalam misi pertama, Snake diminta untuk mencari dan menyelamatkan Kazuhira Miller atau Kaz yang ditawan musuh. Menurut intelijen, Kaz ditawan di salah satu markas musuh di Afghanistan. Snake pun langsung meluncur ke sana dengan hanya bermodal pistol berpeluru bius (tranquilizer), senjata dengan peredam (yang dapat rusak), beberapa buah granat, serta seekor kuda karena jalan menuju markas musuh harus melewati pegunungan gersang dan terjal.

Tiba di Afghanistan, Snake diminta untuk mencari posisi sebenarnya dari Kaz. Untuk itu, Snake harus menyusup ke sebuah pos penjagaan musuh dan meneliti dokumen intelijen musuh di sana. Setelah berhasil memperoleh posisi pasti Kaz, Snake kemudian pergi ke sebuah markas musuh di lereng gunung.

Markas tersebut dijaga sangat ketat dan terlihat seperti mustahil untuk ditembus. Namun ia adalah Snake, prajurit super yang mampu beraksi layaknya makhluk halus yang tidak dapat dideteksi manusia biasa.


Metal Gear Solid V: The Phantom Pain hadir dengan berbagai fitur baru, salah satunya adalah Phantom Cigar yang dapat membuat snake merokok terlebih dulu dan menunggu sampai tengah malam sebelum kemudian beraksi. Mengapa tengah malam? Tentunya karena malam hari (apalagi di Afghanistan) musuh akan lebih sulit mendeteksi kami. Selain itu, musuh di malam hari juga terlihat lebih malas. Beberapa bahkan ada yang tidur karena mengantuk.

Kami mengambil jalan di arah Timur yang terlihat lebih dekat dan memiliki penjagaan paling longgar. Meskipun demikian, ada satu prajurit yang berjaga di lampu sorot. Hal tersebut tentu sangat mengancam misi Snake karena lampu sorot dapat membuat Snake dapat terlihat di dalam kegelapan.

Kami memutuskan untuk memancing musuh dengan melemparkan magasin peluru kosong ke arah musuh. Cara tersebut dapat menarik perhatian musuh dan dari situ kami lumpuhkan dengan menggunakan tranquilizer.



Setelah menemukan Kaz, kami diminta untuk memboyongnya ke LZ (Landing Zone, istilah untuk titik penjemputan) yang telah ditentukan. Kaz tidak bisa berjalan sendiri karena satu kaki dan tangannya telah diamputasi musuh. Dengan terpaksa kami harus menggendongnya ke LZ. Di perjalanan, kami sempat berhenti karena melihat sesuatu yang bercahaya tergeletak di tanah. Setelah didekati, ternyata benda tersebut merupakan potongan berlian. Tentu saja kami pun mengambilnya.

Di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain, Anda akan dihadapkan berbagai macam sumber daya, mulai dari bahan bakar, hingga sumber bahan organik. Semua itu digunakan untuk meng-upgrade markas besar (Motherbase) sehingga Anda dapat melakukan riset berbagai senjata dan peralatan tempur lainnya.

Anda juga dapat mencuri berbagai senjata yang ada di markas musuh dengan mengaitkannya ke sebuah balon udara khusus yang kemudian akan diambil tim dari Motherbase. Balon tersebut juga dapat digunakan untuk "menculik" pasukan musuh dan hewan-hewan yang berkeliaran di Afghanistan.


Kami pun tiba di LZ, dan helikopter menyambut kami. Sayangnya, pilot mengatakan bahwa lokasi penjemputan diselimuti gas, sehingga helikopter tidak bisa mendarat. Kami pun bertanya, "gas apa yang bisa membuat helikopter tidak bisa mendarat?".

Tiba-tiba, sekumpulan pasukan aneh muncul dari balik kabut gas. Pasukan tersebut mirip dengan zombie, namun gerakannya sangat lincah, bahkan mirip dengan ninja-ninja yang ada di film kartun Naruto.

Pasukan bernama The Skulls tersebut tampaknya bukan pasukan sembarangan. Ketika mencoba menghindar dari, mereka dengan sigap menarik senapan dari tangannya dan langsung menembakkannya ke arah kami. Kami diminta untuk kabur dan keluar dari zona gas tersebut.

Tidak terlalu sulit memang, namun cukup seru dan mendebarkan. Setelah berhasil keluar, kami pun dijemput kembali dengan helikopter dan membawa Kaz pulang ke Motherbase.


Metal Gear Solid V: The Phantom Pain tak hanya menyajikan misi-misi yang menarik untuk dijalankan. Game ini juga menyajikan cerita yang sangat menarik, bahkan masih menarik bagi mereka yang belum pernah memainkan seri game Metal Gear Solid sebelumnya. 

Dalam game ini, Kojima terlihat pintar dalam mengembangkan ide baru dan menyajikan hal-hal baru. Cardboard Box 2.0 misalnya. Kardus ikonik yang ada di Metal Gear Solid V: The Phantom Pain tersebut merupakan salah satu ide paling brilian yang dihadirkan Kojima. Selain kocak, kardus tersebut terbukti sangat ampuh sebagai penunjang misi.


Fitur lain yang tak kalah menarik adalah pengembangan Motherbase. Untuk mengembangkan Motherbase, Anda membutuhkan berbagai material serta personel. Uniknya, setiap personel memiliki kemampuan yang berbeda dan Anda dapat menempatkannya di divisi yang sesuai dengan kemampuannya.

Jika Anda sempat memainkan Metal Gear Solid V: Ground Zeroes dan menjalankan semua misinya, karakter tahanan yang Anda bebaskan juga akan menjadi personel di Motherbase Anda, termasuk Hideo Kojima.

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain benar-benar solid sesuai dengan namanya. Baik dari segi mekanis, cerita, maupun grafis, semuanya disajikan dengan sangat baik. Lebih hebatnya lagi, grafisnya tergolong sangat ringan, bahkan masih dapat dijalankan dengan lancar di notebook kelas menengah.

Lupakan masalah konspirasi Konami dengan Hideo Kojima. Lupakan masalah Silent Hill yang dibatalkan. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menikmati game ini dan membuat Snake berjaya hingga akhir
Tom Clancy's The Division
Jika kamu adalah gamer penggemar FPS yang sering atau gemar bermain dalam mode multiplayer baik secara lokal atau online, dalam server nasional atau bahkan internasional, maka kemungkinan besar kamu memiliki pengalaman tidak menyenangkan saat bermain dengan pemain yang “kurang sportif”, baik sebagai kawan maupun sebagai lawan. Ternyata, hal ini menjadi perhatian khusus bagi Ryan Barnard selaku director tim developer Massive Entertainment, dalam mengembangkan game Online Shooter terbarunya, Tom Clancy’s The Division.
Cooperate and Survive
Menurut infonya, gamer akan dapat menikmati seluruh fitur dan cerita The Division dengan bermain solo, namun tim Massive mengaku bahwa mereka mendesain game garapannya ini dengan penekanan pada gameplay kooperatif, dan berharap gamer terdorong untuk bermain dalam sebuah tim. Satu tim terdiri dari empat orang, dan menariknya, salah satu pemain dapat ikut beraksi dengan mengisi peran support sebagai pesawat drone yang dikendalikan lewat perangkat mobile. Drone ini dilengkapi berbagai ability yang akan sangat membantu tim terutama dalam adegan combat, misalnya saja dengan menyingkap posisi musuh, ataupun dengan menyerang menggunakan missile.
Walaupun lebih menekankan elemen kooperatif, namun The Division juga menghadirkan area PvP yang disebut dengan istilah Dark Zones. Dalam area khusus ini, pemain dan timnya bisa menyelesaikan misi-misi tertentu dengan iming-iming item-item loot yang paling mantap yang bisa didapat dalam game. Tapi untuk bisa menggunakannya dalam misi-misi berikutnya, pemain harus berhasil keluar dari Dark Zone terlebih dahulu, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan pistol flare untuk memanggil helikopter penyelamat. Menariknya, flare yang ditembakkan akan bisa dilihat oleh semua pemain lain, dan menjadi pertanda bahwa mereka memiliki waktu 90 detik untuk mengejar dan “merampok” tim yang menggunakan flare tersebut.
Tim Massive juga berusaha membangun komunitas online gamer yang baik lewat sistem matchmaking khusus. Mereka berencana untuk menyimpan info detail setiap pemain dari sesi permainan masing-masing, sehingga bisa memasang-masangkan pemain dengan “selera” atau ketertarikan yang tidak jauh berbeda. Detail mekanika sistem matchmaking itu sendiri belum dijelaskan lebih jauh, namun Massive berharap sistem tersebut bisa setidaknya mengurangi umpatan dan kata-kata hinaan yang biasanya berseliweran dalam komunitas game online kompetitif pada umumnya.
The Mission
The Division menghadirkan latar belakang cerita bernuansa post-apocalypse, di mana Amerika Serikat tenggelam dalam kekacauan yang disebabkan oleh suatu virus yang menjangkiti mayoritas populasinya. Kamu adalah salah satu anggota dari satuan keamanan bernama Strategic Homeland Division yang berusaha menjaga keamanan dan ketentraman kota New York, serta melawan ancaman yang tersebar dari virus tersebut. Alasan mengapa pemain akan saling melawan ataupun cerita dibalik misi-misi yang kamu akan jalani belum dijelaskan secara detail, namun yang jelas kamu akan bersaing dengan pemain lain untuk memperebutkan item dan persenjataan yang tersebar di dalam Dark Zones kota New York.
No Classes, Just Playstyles
Berbeda dengan kebanyakan online shooter lainnya, The Division tidak akan menyediakan pilihan kelas karakter, melainkan konfigurasi skills dan equipment yang akan menunjang gaya permainan yang dipilih oleh pemain sendiri. Jadi, kamu akan dapat memilih skill atau talent apa saja yang ingin dikembangkan, lalu menyiapkan skill dan talent tersebut sesuai dengan peran yang mau dimainkan dalam tim. Jumlah skill atau talent yang bisa digunakan dalam satu misi dilansir akan terbatas, namun kamu bisa menggantinya sesuka hati di luar combat. Sistem konfigurasi ini menjanjikan gameplay yang fleksibel dan aksi yang dinamis, terutama bagi tim yang berpikir strategis dan sigap menyiapkan skill dan talent masing-masing untuk setiap misi yang akan dijalani. FPS dengan elemen RPG sekaligus strategi? 
Sesuai dengan gaya Tom Clancy yang memiliki pengetahuan militer yang luas, The Division akan mempertahankan gameplay dan konten yang realistis, terutama dalam hal senjata dan gadget in-game yang dapat kamu gunakan. Walaupun sepertinya ada beberapa equipment atau gadget futuristik, tapi item tersebut akan sesuai dengan teknologi dalam dunia fiksi Tom Clancy seperti pada game-game Tom Clancy lainnnya. Selain itu, tim Massive membanggakan Snowdrop engine mereka yang mengusung grafik yang sangat realistis dengan detail yang sangat tajam, sehingga berhasil menghadirkan peta urban yang benar-benar mirip dengan kota New York di dunia nyata.
Lewat Tom Clancy’s The Division, tim Massive menghadirkan Online Shooter yang didesain agar tampil berbeda dengan kebanyakan game sejenis lainnya. Pasalnya, game ini lebih tepat disebut sebagai sebuah MMORPG dengan elemen shooter daripada sebaliknya. Nah, apakah The Division akan berhasil merombak dan menciptakan komunitas online gamer yang lebih baik nantinya? Tentu saja kita harus mencari tahu langsung saat The Division rilis menjelang akhir tahun ini.
MInecraft
Siapa tak kenal game satu ini, yup.. Minecraft ! game yang di developer oleh mojang ini sendiri adalah game bergenre sandbox dimana player diajak berimajinasi tanpa batas didalamnya. Dari segi map saja minecraft tak mengenal batas, player bisa dengan leluasa membuat dan bertualang dengan bebas.
Pastinya ada banyak alasan kenapa saya menjadikan ini game favorite, selain banyak mendapatkan teman baru, minecraft menjadi tempat pelampiasan imajinasi, dan ada juga banyak alasan kenapa saya ingin kalian mengenalnya.
Di dalam minecraft ada 2 tipe yang di tawarkan yaitu singleplayer (bermain sendiri), dan (multiplayer). Di single player maupun multiplayer, player akan dikenalkan 3 game mode yaitu survival (bertahan hidup) Creative (Kreasi), dan Hardcore (Menantang), namun bedanya ketika multiplayer ke-3 game mode itu sudah dikemas dalam bentuk yang lebih imajinatif dan lebih seru, sehingga kita bisa menentukan server mana yang nyaman dan menawarkan mini game yang kita sukai.
Single Player
Minecraft mempunyai banyak fitur dalam ke-3 mode yang akan kita bahas, mulai dari mining (menambang), crafting (membuat barang kerajinan tangan), hunting (berburu), farming (berkebun), dan raising (berternak).
  1. Survival (bertahan hidup)
Sesuai dengan namanya, player dituntut untuk bertahan hidup. Survival mengenal dua waktu, yaitu pagi dan malam, biasanya pagi adalah waktu yang cocok untuk berburu, dan mengumpulkan bahan. Namun ketika malam banyak mobs (monester) yang berkeliaran. Contohnya :
  • Creeper       :mobs yang satu ini suka meledakkan dirinya ketika didekati, hati-hati.
  • Skeleton      :tengkorak yang satu ini mempunyai senjata pemanah.
  • Zombie        :zombie ada banyak lagi tipenya, mereka suka menghancurkan rumah.
  • Enderman   :ini adalah nama lain Slenderman.
  • Spiders        :laba-laba ini bisa melihat dalam gelap, namun tidak dipagi hari.
Dari semua mobs yang ada, semuanya jika dibunuh menjatuhkan item (drop items) secara random, namun perlu diingat, mengalahkan mereka ada cara tersendirinya, bisa dengan menjinakkan anjing dan kucing menjadi hewan peliharaan yang nantinya akan membantu player, membuat pedang, panah, dan armor yang tentunya harus mengetahui resep yang semuanya tersedia di minecraft wikipedia. Di survival, player bisa menemukan banyak keanehan seperti menemukan rumah penyihir, desa yang kosong, dan bisa spawning boss mobs dengan sendirinya. Oh iya, ketika membuat tempat tinggal (Rumah) jangan lupa letakkan sesuatu yang terang dalam ruangan ya, seperti obor, dan glowingstone, karena jika tidak, bersiap-siaplah para monster akan hadir di rumah kalian, atau juga player bisa tidur untuk melewatkan malam yang mencekam.
  1. Creative (kreasi)
Buat kalian yang senang bereksperimen dengan imajinasi, maka creative adalah game mode yang cocok. Biasanya game mode satu ini jadi ajang pamer kretifitas para minecrafter (sebutan gamer minecraft), bagaimana tidak, banyak yang bisa dikreasikan disini, mulai dari desain rumah modern, kapal, kota, gedung, dan masih banyak lagi. Ditambah lagi item bernama Redstone dan seperangkatnya, ini memungkinkan para player bisa membuat mesin sendiri, seperti lift, elevator, pintu otomatis, vending macine dan masih banyak lagi. Namun di creative tak seperti survival, para mobs ( monster) tak akan menyerang kalian, terlebih lagi disini player bisa terbang jadi tak perlu repot membuat tangga.
  1. Hardcore (Menantang)
Hardcore sangatlah susah, karena sama seperti survival, namun bedanya hanya pada bahan makanan, dan bahan tambang lebih sedikit, dan yang paling parahnya biasanya dimulai dengan terdampar dipulau yang lebih kecil dan jauh dari pusat bahan makanan maupun tambang, yang mengakibatkan player bisa mati kelaparan sebelum bertemu makanan. untuk darah kalau di Hardcore harus menggunakan potion, dan kalau sudah mati tidak akan bisa Hidup lagi (Respawn).

Multi Player ( Online )
Multi player di minecraft memanfaatkan ip address, yang memungkinkan bisa bermain lewat LAN, bahkan secara global. Sebenarnya ini tergantung di server mana player bermain. Namun dalam memilih server ada yang premium dan ada yang crack, dimana premium hanya yang memiliki ID berbayar saja yang bisa masuk, dan untuk server Crack semua ID bisa masuk. Sebagai contoh server crack yang sering saya main didalamnya mempunyai mini games diantaranya yaitu :
  • Creative, sama seperti di single player namun ini dibatasi per-plot untuk membedakan hasil karya anggota di server tersebut.
  • PVP, Player Vs Player, dimana kita bisa saling meng-kill untuk menunjukkan yang terkuat.
  • CTF, ini yang sangat saya sukai, CTF adalah mini games yang didalamnya anggota dibagi menjadi 2 kelompok yaitu “Navy Blue” dan “RED” yang masing-masing mempunyai kerajaan untuk mempertahankan bendera dan saling mencuri bendera ke lawan main.
  • Block Hunt, seperti halnya CTF tapi dalam mini games ini player dibagi 2 kelompok sebagai “hider” dan “seeker”, kira-kira seperti petak umpetlah .
  • Faction (Clan), terbagi menjadi 2 Faction yang juga punya kerajaan masing-masing dan biasanya diadakan perang setiap sekali seminggu, tergantung kebijakan owner server.