Tampilkan postingan dengan label Third Person Shooter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Third Person Shooter. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Agustus 2016

Review Hitman:Absolution

 Hasil gambar untuk hitman absolution

Yap bagi kalian yang pernah ngalamin gameplay hitman, sekuel ke-5 ini dijamin gak kalah dari sekuel sebelumnya, malah makin bagus dan fiturnya juga tambah banyak.
Hitman : Absolution ini adalah seri ke-5 dari game2 sebelumya yang mengalami banyak perubahan yang signifikan.Well, gak salah Square Enix dan Eidos Interactive bekerjasama untuk membuat game ini lebih AMAZING!.

Hitman : Absolution bergenre Action yang juga mempunyai role Stealth Kill seperti ciri khas game2 sebelumya. Bercerita tentang Agent 47 yang mengambil kontrak berbahaya dengan kepala agent yang dimana dia diberi pilihan untuk bertahan atau berkhianat untuk melindungi temannya. wah kalo dijelasin mah kepanjangan mending saya kasih screenshot nya gan, monggo di cek:

Fitur keren cover dan mengintai musuh pasti gak ilang dong sama seperti game 3rd person view lainnya


 Hasil gambar untuk hitman absolution cover hiding


                                                       
Salah satu fitur baru di Hitman : Absolution, Instinct gan! jadi si agent 47 sekarang bisa pakai skill buat mendeteksi gerakan musuh mau kemana dan juga bisa memprediksi posisi lawan kita kalau ada di balik dinding. 

 Hasil gambar untuk hitman absolution instinct
Uncharted 4:A Thief's End
 https://farm6.staticflickr.com/5624/23815901722_4d1edf4ed1_b.jpg
Uncharted 4 a Thief's End yang merupakan seri lanjutan dari Uncharted 3 : Drake's Deception kini telah hadir untuk kalian yang sudah menanti game ini. Game yang di rilis pada tanggal 10 Mei 2016 ini sudah menggemparkan para fans dari game Uncharted,karena game ini merupakan seri terbaik dari Uncharted saat ini

Nathan Drake yang sudah berhenti menjadi pemburu harta karun,dan telah menjalani hidup normalnya dengan istrinya Elena Fisher. Sam yang merupakan kakak dari Nate muncul kembali ke dalam hidupnya,setelah sekian lama Sam dipercaya meninggal oleh Nate. Akhirnya Nate dengan Sam dan Victor Sullivan kembali melakukan perburuan harta karun. Mereka pergi ke Madagascar untuk mencari harta dari bajak laut yang telah lama hilang. Namun dalam perjalananya mencari harta karun,dia menemukan rivalnya Rafe Alder,yang memiliki militer pribadi sebagai bantuanya.

Gameplay dari Uncharted 4 a Thief's End kini telah hadir dengan beberapa aksi baru yang bisa dilakukan Nate. Tetap dengan third-person shooternya, Nathan Drake kini datang dengan aksi grapling hooknya, yang membuat Nathan bisa melakukan aksi akrobatik yang membantumu dalam mencapai suatu tempat atau melawan musuh. Game ini juga memberikanmu sensasi parkour yang lebih keren daripada seri sebelumnya. Di sini juga menghadirkan permainan dengan stealth, yang memungkinkan kamu untuk membunuh musuh tanpa diketahui oleh musuh yang lain. Dan juga di sini kamu dapat melakukan interaksi pilihan ketika dalam percakapan,kamu bisa memberikan jawaban sesuai yang kamu mau. Meskipun hal itu tidak akan berpengaruh dalam jalur cerita
http://static.giantbomb.com/uploads/original/1/10354/2759115-uncharted-4_drake-rope-bridge_1434429051.jpg

Map di sini dibuat dengan sedemikian detail yang membuatmu tidak akan bosan dalam menjelajahi dunia yang ada,Dan juga Uncharted 4 a Thief's End memiliki dunia yang lebih luas daripada seri sebelumnya. Musuh juga telah diperbarui dalam seri ini,yang menyebabkan musuh menjadi lebih pintar dan lebih hebat dalam bertarung. Tidak hanya musuhmu yang di ubah,teman mu juga akan lebih berguna dalam pertarungan,mereka akan bisa mengcovermu dalam berbagai keadaan. Pertarungan dengan tangan kosong di buat dengan sangat baik,yang membuat perkelahian berjalan dengan mulus. Dan juga kamu harus melakukan pertarungan dengan cepat,seperti menghindar,dan juga melakukan serangan balasan.
https://cdn0.vox-cdn.com/uploads/chorus_asset/file/6282051/uncharted-4-a-thiefs-end-madagascar-screenshot-15_1920.0.jpg

Multiplayer juga tersedia dalam game Uncharted 4 a Thief's End ini,yang membuat game ini akan menjadi lebih seru. Dalam sistem Multiplayer ini kita akan saling bertarung dengan musuh yang ada. Terdapat juga harta karun yang bisa memberikan kekuatan mistis bagi penggunanya, contoh "Wrath of El Dorado" yang mampu membunuh musuh yang berada di dekatnya. Maksimal dari jumlah Multiplayer ini sendiri hanya 8 player. Namun itu sudah lebih dari cukup karena kalian akan sangat menikmati hal ini.

Secara keseluruhan game ini sangat bagus dari segi cerita,gameplay,dan juga grafik. Jangan ragu untuk membeli game ini,kamu tidak akan menyesal dalam membeli game ini. Terutama kamu yang sudah merupakan fans dari seri Uncharted sebelumnya. 
Tom Clancy's The Division
Jika kamu adalah gamer penggemar FPS yang sering atau gemar bermain dalam mode multiplayer baik secara lokal atau online, dalam server nasional atau bahkan internasional, maka kemungkinan besar kamu memiliki pengalaman tidak menyenangkan saat bermain dengan pemain yang “kurang sportif”, baik sebagai kawan maupun sebagai lawan. Ternyata, hal ini menjadi perhatian khusus bagi Ryan Barnard selaku director tim developer Massive Entertainment, dalam mengembangkan game Online Shooter terbarunya, Tom Clancy’s The Division.
Cooperate and Survive
Menurut infonya, gamer akan dapat menikmati seluruh fitur dan cerita The Division dengan bermain solo, namun tim Massive mengaku bahwa mereka mendesain game garapannya ini dengan penekanan pada gameplay kooperatif, dan berharap gamer terdorong untuk bermain dalam sebuah tim. Satu tim terdiri dari empat orang, dan menariknya, salah satu pemain dapat ikut beraksi dengan mengisi peran support sebagai pesawat drone yang dikendalikan lewat perangkat mobile. Drone ini dilengkapi berbagai ability yang akan sangat membantu tim terutama dalam adegan combat, misalnya saja dengan menyingkap posisi musuh, ataupun dengan menyerang menggunakan missile.
Walaupun lebih menekankan elemen kooperatif, namun The Division juga menghadirkan area PvP yang disebut dengan istilah Dark Zones. Dalam area khusus ini, pemain dan timnya bisa menyelesaikan misi-misi tertentu dengan iming-iming item-item loot yang paling mantap yang bisa didapat dalam game. Tapi untuk bisa menggunakannya dalam misi-misi berikutnya, pemain harus berhasil keluar dari Dark Zone terlebih dahulu, salah satu caranya yaitu dengan menggunakan pistol flare untuk memanggil helikopter penyelamat. Menariknya, flare yang ditembakkan akan bisa dilihat oleh semua pemain lain, dan menjadi pertanda bahwa mereka memiliki waktu 90 detik untuk mengejar dan “merampok” tim yang menggunakan flare tersebut.
Tim Massive juga berusaha membangun komunitas online gamer yang baik lewat sistem matchmaking khusus. Mereka berencana untuk menyimpan info detail setiap pemain dari sesi permainan masing-masing, sehingga bisa memasang-masangkan pemain dengan “selera” atau ketertarikan yang tidak jauh berbeda. Detail mekanika sistem matchmaking itu sendiri belum dijelaskan lebih jauh, namun Massive berharap sistem tersebut bisa setidaknya mengurangi umpatan dan kata-kata hinaan yang biasanya berseliweran dalam komunitas game online kompetitif pada umumnya.
The Mission
The Division menghadirkan latar belakang cerita bernuansa post-apocalypse, di mana Amerika Serikat tenggelam dalam kekacauan yang disebabkan oleh suatu virus yang menjangkiti mayoritas populasinya. Kamu adalah salah satu anggota dari satuan keamanan bernama Strategic Homeland Division yang berusaha menjaga keamanan dan ketentraman kota New York, serta melawan ancaman yang tersebar dari virus tersebut. Alasan mengapa pemain akan saling melawan ataupun cerita dibalik misi-misi yang kamu akan jalani belum dijelaskan secara detail, namun yang jelas kamu akan bersaing dengan pemain lain untuk memperebutkan item dan persenjataan yang tersebar di dalam Dark Zones kota New York.
No Classes, Just Playstyles
Berbeda dengan kebanyakan online shooter lainnya, The Division tidak akan menyediakan pilihan kelas karakter, melainkan konfigurasi skills dan equipment yang akan menunjang gaya permainan yang dipilih oleh pemain sendiri. Jadi, kamu akan dapat memilih skill atau talent apa saja yang ingin dikembangkan, lalu menyiapkan skill dan talent tersebut sesuai dengan peran yang mau dimainkan dalam tim. Jumlah skill atau talent yang bisa digunakan dalam satu misi dilansir akan terbatas, namun kamu bisa menggantinya sesuka hati di luar combat. Sistem konfigurasi ini menjanjikan gameplay yang fleksibel dan aksi yang dinamis, terutama bagi tim yang berpikir strategis dan sigap menyiapkan skill dan talent masing-masing untuk setiap misi yang akan dijalani. FPS dengan elemen RPG sekaligus strategi? 
Sesuai dengan gaya Tom Clancy yang memiliki pengetahuan militer yang luas, The Division akan mempertahankan gameplay dan konten yang realistis, terutama dalam hal senjata dan gadget in-game yang dapat kamu gunakan. Walaupun sepertinya ada beberapa equipment atau gadget futuristik, tapi item tersebut akan sesuai dengan teknologi dalam dunia fiksi Tom Clancy seperti pada game-game Tom Clancy lainnnya. Selain itu, tim Massive membanggakan Snowdrop engine mereka yang mengusung grafik yang sangat realistis dengan detail yang sangat tajam, sehingga berhasil menghadirkan peta urban yang benar-benar mirip dengan kota New York di dunia nyata.
Lewat Tom Clancy’s The Division, tim Massive menghadirkan Online Shooter yang didesain agar tampil berbeda dengan kebanyakan game sejenis lainnya. Pasalnya, game ini lebih tepat disebut sebagai sebuah MMORPG dengan elemen shooter daripada sebaliknya. Nah, apakah The Division akan berhasil merombak dan menciptakan komunitas online gamer yang lebih baik nantinya? Tentu saja kita harus mencari tahu langsung saat The Division rilis menjelang akhir tahun ini.
Review Assassin's Creed Syndicate
Hasil gambar untuk ac syndicate
Seperti halnya perayaan lebaran, natal, ataupun tahun baru yang rutin dilaksanakan setiap tahun, Assassin's Creed juga telah menjadi game yang dirilis setiap setahun sekali.

Jika dua tahun yang lalu Anda diajak untuk menjelajahi perairan Karibia sebagai bajak laut, dan setahun lalu Anda diajak berkeliling kota Paris, di Assassin's Creed Syndicate kali ini Anda akan diajak untuk menjelajahi kota London sekaligus membebaskannya dari kaum templar yang kapitalis.



Beberapa dari Anda mungkin ada yang bosan memainkan game Assassin's Creed. Seri game tersebut memang terlihat sangat repetitif dan hampir tidak memiliki inovasi baru di gameplay. Sama seperti game Assassin's Creed lainnya, di Syndicate Anda juga masih melakukan hal yang sama, seperti memanjat atap bagunan dan membunuh orang dengan dari ketinggian. Hal tersebut memang membuat Syndicate menjadi sedikit membosankan.

Meskipun demikian, kami menemukan beberapa hal unik dalam game ini, dan sebagian besar berasal dari cerita serta karakterisasi duo Assassin Jacob dan Evie Frye.



Syndicate merupakan seri Assassin's Creed yang menceritakan petualangan, perjuangan, dan bagaimana rusuhnya Jacob serta Evie Frye di kota London. Duo asssasin kembar tersebut memang memiliki sifat yang lebih "rusuh" dibandingkan dengan karakter Assassin's Creed sebelumnya. Menurut kami, lebih rusuh dari Edward Kenway di Assassin's Creed Black Flag yang merupakan seorang bajak laut.

Baik Jacob maupun Evie, keduanya sama-sama tidak mau diatur. Keduanya juga sama-sama keras kepala dan ingin melakukan semuanya sendirian. Sifatnya tersebut telah terlihat di awal permainan, saat keduanya memutuskan untuk tidak mengikuti perkataan gurunya, dan memilih untuk pergi ke London dengan menumpang sebuah kereta api.



Jika diurutkan dari seri Assassin's Creed pertama, Syndicate memiliki setting yang paling modern. Dalam game ini, Anda akan melihat berbagai moda transportasi modern, mulai dari kereta api hingga kapal bertenaga uap. Di sebuah misi yang melibatkan Alexander Graham Bell, Anda juga diminta untuk memperbaiki sistem jaringan komunikasi baru yang diciptakan oleh penemu tersebut. Ya, sistem komunikasi tersebut adalah telepon.

Dilihat dari sejarahnya, Syndicate memang mengambil setting di era Ratu Victoria di tahun 1868. Era tersebut merupakan masa dimana perubahan sedang berlangsung untuk umat manusia di seluruh dunia revolusi industri sedang berjalan. Dibalik revolusi industri tersebut, ternyata ada cerita kelam. Banyak anak-anak di masa itu dipekerjakan sebagai buruh dengan bayaran kecil dan jam kerja yang panjang, membuat masa tersebut adalah salah satu masa terkelam bagi anak-anak di London.



Melihat realita tersebut, duo Assassin Jacob dan Evie tidak mau hanya diam dan memalingkan badan. Mereka sangat ingin membantu membebaskan London dari tangan kapitalis pemilik pabrik yang dikendalikan oleh Templar. Bukannya menyerang secara diam-diam, keduanya memilih untuk menempuh jalur frontal. Jacob dan Evie pun membentuk sebuah geng bernama The Rook, dan kelompok tersebut memiliki tujuan tak lain untuk melawan geng bernama The Blight yang diciptakan oleh templar untuk "mengontrol" situasi London.

Setelah jatuhnya nama serial game Assassin's Creed di Assassin's Unity tahun lalu, Ubisoft nampaknya berusaha mati-matian untuk membuat Syndicate menjadi salah satu seri Assassin's Creed yang disukai banyak orang seperti halnya Assassin's Creed Brotherhood. Beberapa elemen dari Assassin's Creed Brotherhood pun dihadirkan di Syndicate, salah satunya adalah sistem perebutan wilayah geng di kota London.



Selain itu, Ubisoft juga telah memperbaiki sistem engine game dan mekanisnya yang sempat tampil "rusak" di Assassin's Creed Unity. Perlu diakui bahwa Syndicate adalah game yang cukup stabil ketika dimainkan. Meskipun demikian, kami sempat mendapatkan beberapa bug grafis dalam game ini walau sifatnya tidak terlalu mengganggu.

Jacob dan Evie tidak berjuang sendiri. Mereka ditemani oleh seorang Assassin bernama Henry Green alias Jayadeep Mir. Pria keturunan India tersebut merupakan satu-satunya Assassin yang menjaga kota London. Di beberapa misi, Henry sempat membantu Jacob dan Evie untuk menumpas pemimpin Templar di kota tersebut. Henry juga mengenalkan keduanya dengan berbagai informan yang ada di kota London.


 Kesimpulan

Assassin's Creed Syndicate tampil dengan berbagai perubahan baru yang cukup membuat game ini sedikit lebih berwarna dari seri Asssassin's Creed sebelumnya. Selain memiliki dua karakter utama, game ini juga dilengkapi dengan mekanisme yang cukup menarik seperti skill tree yang lebih beragam, dan upgrade untuk anggota geng The Rook.

Sayangnya, game ini masih belum bisa lolos dari gameplay klasik Assassin's Creed yang masih belum banyak berubah. Jacob dan Evie memang memiliki peralatan baru, salah satunya adalah grapple ropeyang memungkinkan keduanya untuk memanjat bangunan dan berpindah dari satu bangunan ke bangunan lain dengan cepat. Namun itu semua masih belum memberikan kesan mendalam yang membedakan Syndicate dengan seri Assassin's Creed sebelumnya
Review Ghost Recon Future Soldier

 Hasil gambar untuk ghost recon

Nama besar Ghost Recon sebagai salah satu franchise game shooter militer memang tidak perlu diragukan lagi. Namun berbeda dengan sebagian besar game serupa yang lebih mengusung tema arcade, Ghost Recon selalu identik dengan gameplay yang lebih realistis dan taktis. Anda hampir tidak mungkin dapat menyelesaikan misi dengan hanya mengandalkan keberanian, nekat, dan tembakan peluru yang membabi buta. Franchise game yang satu ini selalu menuntut Anda untuk berpikir strategis, menetapkan rencana, membunuh secara efektif, dan menghindari konfrontasi sebisa mungkin. Inilah yang menjadi identitas dari sebuah Ghost Recon.

Menghidupkan kembali sebuah franchise yang sudah lama vakum memang bukan pekerjaan yang mudah. Oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika Ubisoft berusaha menghadirkan kejutan dengan menciptakan sebuah konsep baru untuk Ghost Recon. Lewat Future Soldier, Ghost Recon menampilkan banyak hal yang tidak pernah dihadirkan di seri-seri sebelumnya. Gebrakan pertama tentu saja datang gameplay nya yang kini berubah menjadi third person shooter yang lebih berfokus pada penggunaan teknologi secara efektif dan efisien. Namun di sisi lain, ia tetap datang dengan berbagai elemen khas Ghost Recon yang seolah tidak tergantikan. 
Lantas bagaimana dengan performa game ini secara keseluruhan? Mampukah ia menghadirkan sensasi Ghost Recon yang sama walaupun datang sebuah konsep yang baru?
Plot
 Hasil gambar untuk ghost recon
Cerita konflik ini sendiri dimulai ketika Anda memerankan salah satu anggota tim Predator yang akhirnya harus tewas selama bertugas di Nikaragua karena ledakan bom yang masif. Amerika Serikat tentu saja tidak tinggal diam menerima serangan seperti ini. Mereka langsung membentuk sebuah tim reaktif dengan “Hunter” yang beranggotakan anggota-anggota khusus dengan nama sandi “Ghost Leader”, “Pepper”, “30K”, dan karakter yang Anda gunakan – “Kozak”. Tujuan utamanya? 

Mencari pihak yang bertanggung jawab atas peledakan bom ini serta memutus jalur distribusi senjata ilegal yang berkembang di belakangnya. Hunter sendiri memang didesain sebuah unit khusus yang tidak hanya dilatih secara militer, tetapi juga dibekali dengan berbagai perlengkapan militer tercanggih Amerika Serikat. Proses investigasi ini ternyata membawa Hunter ke dalam konspirasi yang jauh lebih dalam.

Investigasi yang dilakukan oleh tim Hunter membawa mereka menyusuri jaringan perdagangan senjata di seluruh dunia, dari daerah konflik Zambia di Afrika, Nigeria, Pakistan, Norwegia, hingga menuju ke satu titik: sebuah kelompok ekstrimis yang menamakan dirinya sebagai Raven’s Rock yang berbasis di Rusia. Namun Raven’s Rock bukanlah sekedar sebuah kelompok teroris biasa yang hanya sekedar mengangkat senjata dan berperang demi idealisme yang “absurd”. Organisasi ini sudah menyusup ke dalam strutktur birokrasi pemerintahan Russia dan memiliki akses ke berbagai informasi dan teknologi resmi militer Rusia. Tim Hunter menemui tantangan yang super-berat.
Hasil gambar untuk ghost recon
  
Dengan kekuatan yang semakin besar dan logistik yang lengkap, Raven’s Rock akhirnya meluncurkan kudeta melawan Russia dan menjatuhkan pemerintahan resmi mereka. Tidak ayal lagi, misi Hunter kini jauh lebih kompleks dibandingkan misi awal mereka. Ini bukan lagi sekedar mencari sebuah kelompok bersenjata tanpa nama, namun sebuah misi untuk menjatuhkan sebuah negara yang direbut dengan kekuatan militer yang tidak resmi. Mampukah Hunter mampu menjatuhkan Raven’s Rock? Mampukah Russia diselamatkan dari kudeta militer kali ini? Anda harus memainkan game ini  untuk menemukan jawabannya.
Semi-Arcade, Semi-Tactical
Sebagai salah satu identitas utama yang sudah lama melekat, Ubisoft tampaknya tidak bodoh untuk menghilangkan elemen taktis dari seri Ghost Recon ini begitu saja, walaupun ia kini hadir dengan sudut pandang third person shooter. Di sisi lain, ia mendatangkan mekanisme gameplay dengan ciri khas genre dan mengeksekusinya dengan gaya yang hampir sama dengan game-game third person lainnya. Tidak hanya sekedar menembak membabi-buta, Anda juga dapat melakukan cover untuk menghindari serangan dari musuh yang Anda temui. Dan seperti ciri khas Ghost Recon selama ini, hanya dibutuhkan beberapa peluru tepat sasaran untuk membuat Anda jatuh kritis. Menembak, berlindung, dan kesempatan untuk memulihkan diri dan hidup kembali menjadi bagian gameplay yang menghasilkan kesan arcade yang kentara untuk Future Soldier. Selebihnya? Anda akan disuguhkan dengan sisi permainan yang taktis.


Ghost Recon: Future Soldier tetap menghadirkan gameplay taktis yang menjadi ciri khas Ghost Recon selama ini. Walaupun Anda berperan sebagai Kozak, namun ketiga anggota lain yang berada di dalam tim hunter: Ghost Leader, Pepper, dan 30K akan berperan sangat aktif, walaupun dikendalikan oleh AI sekalipun. Oleh karena itu, Anda akan menghadapi kesan team-based gameplay yang kental dengannya. Hampir mustahil untuk menyelesaikan setiap misi yang ada dengan hanya mengandalkan diri Anda sendiri. Untungnya, Ubisoft juga menyertakan fitur yang memungkinkan Anda untuk menentukan target tembakan tiga anggota tim yang lain yang disebut dengan Sync-Shot. Dengan menggunakan fungsi ini, Anda dapat membunuh empat musuh dalam satu area dalam satu waktu yang sama. Dengan begini, Anda dapat mengendalikan jalannya pertempuran, sekaligus tetap berada dalam kondisi stealth untuk mendapatkan keuntugan tertentu. Di sinilah peran taktis mengambil alih.